Jumlah Pemilih Baru Pada Pilkada Di Lamsel Mencapai 144.458 Orang

Pemilih Baru Di Lamsel Capai 144 458 Orang

Koordinator Divisi Program, Data dan Informasi KPU Lamsel, Asma Emilia

Kalianda – Setidaknya ada 144.458 pemilih di Lampung Selatan dinyatakan pemilih baru dalam daftar pemilih sementara (DPS) pada Pilkada Lamsel 2020. Jumlah tersebut masih dimungkinkan akan bertambah dan bisa berkurang ketika penetapan daftar pemilih tetap (DPT) mendatang.

Koordinator Divisi Program, Data dan Informasi KPU Lamsel, Asma Emilia mengatakan berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih pada 15 Juli – 13 Agustus 2020 lalu ditemukan 144.458 pemilih baru yang tersebar di 17 Kecamatan.

“Pemilih baru ini banyak kategorinya, misalnya pemilih yang merupakan pendatang baru atau pindahan dari daerah lain yang sudah memiliki KTP-el di tempat tinggalnya yang baru,” kata di saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu, 12 September 2020.

Selain itu, kata Asma, pemilih yang telah berumur 17 tahun per 9 Desember 2020 atau hari pemungutan suara mendatang dan pemilih yang masih di bawah umur tapi sudah menikah.

“Adapula berubah status anggota TNI atau Polri. Artinya, anggota TNI/Polri ini sudah masuk masa pensiun sebelum hari pemungutan suara. Ini harus dimasukan supaya memiliki hak suara pada 9 Desember 2020,” kata dia.

Selain itu, kata Asma, pihaknya juga memperoleh data pemilih pada pencoklitan beberapa pekan lalu yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 186.829 pemilih dan perbaikan Data Pemilih 10.313 pemilih.

“Jika jumlah DP4 dikurangi dengan jumlah TMS dan ditambah dengan pemilih baru hasil dari pencoklitan, maka menghasilkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 702.310 pemilih yang terdiri dari jumlah laki-laki sebanyak 358.046 pemilih dan perempuan 344.264 pemilih,” kata dia.

Asma mengatakan jika dibandingkan dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2019 sebasar 722.348 pemilih, maka jumlah DPS tahun ini mengalami penurunan sekitar 20.038 pemilih. Meski demikian, Asma mengatakan data tersebut ada kemungkinan bertambah dan berkurang.

“Jumlah DPS ini belum final atau ditetapkan sebagai DPT. Artinya, jumlah DPS ini bisa saja bertambah dan bisa berkurang pada saat penetapan DPT Pilkada 2020 mendatang,” kata dia.

Untuk itu, Asma berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat pro aktif mengecek data diri pada DPS yang nantinya akan diumumkan dan di tempel ditempat yang mudah dijangkau.

“Kalaupun ada yang belum terdaftar didalam DPS, masyarakat bisa melaporkan kepada petugas PPS atau PPK,” kata dia. (LP)

Share