Pemprov Dukung Pertanian Organik Berbasis Rumah Tangga

Pemprov Dukung Pertanian Organik Berbasis Rumah Tangga

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 8 September 2020. 

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mendukung Masyarakat Petani Organik Indonesia (Maporina) membuka akses pasar produk dengan penguatan hulu dan pemberdayaan hilir dalam program pertanian organik berbasis rumah tangga. Apalagi, Lampung mempunyai potensi besar baik sumber daya pertanian maupun sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan produksi, produktivitas dan efisiensi di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Saya optimistis Lampung mampu memajukan pertanian organik dengan kompak dan kebersamaan. Memajukan pertanian organik ini membutuhkan hati. Langkah kita masih cukup panjang dan perjuangan kita masih cukup jauh. Oleh karena itu, kita perlu kompak dan kebersamaan,” kata Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 8 September 2020.

Dia mengatakan dalam mewujudkan visi gubernur dan wakil gubernur 2019-2024 Rakyat Lampung Berjaya, pihaknya terus mendukung kegiatan-kegiatan positif semua pihak. Dia menilai dengan melihat makin kompleknya sektor pertanian ke depan diperlukan strategi dan kebijakan dalam sektor pertanian agar menjadi modern, efisien, produktif, inovatif, dan berkelanjutan menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Pemprov Lampung berharap Maporina bisa memenangkan revolusi industri. Kuncinya satu, pentahelix, yakni kita harus bekerja bersama, tidak bisa sendiri-sendiri. Masyarakat, pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan media harus bekerja bersama. Lima unsur ini harus bersatu mengembangkan komoditas yang ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP Maporina Joko Sidik mengatakan Indonesia bertahun-tahun melaksanakan pertanian menggunakan pupuk kimia berlebihan dan menjadikan tanah tidak subur atau hancur. Oleh karena itu, dia mengajak menghentikan budi daya pertanian dengan menggunakan pupuk sintetis.

Dia juga mengatakan agar mulai sekarang menjaga kesehatan dengan makan makanan organik. Ini semua erat kaitannya dengan penanganan Covid-19. Untuk itu, makanan yang dikonsumsi sebagai imunitas tubuh haruslah yang bergizi dan terbebas dari bahan-bahan kimia.

“Kita tinggalkan kalau ingin menjaga lingkungan bisa tetap subur. Bukan hanya itu, kesehatan makanan yang tercemar dengan zat kimia juga dapat menyebabkan penyakit yang bermacam-macam,” katanya. (LP)

Share