Pemprov Lampung Siapkan Ruang Dan Sarana Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

Img 20200824 Wa0066

Pembukaan Pasar Kreatif dan Seni Lampung. 

Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyiapkan ruang dan sarana bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam berkreasi, berproduksi dan bertransaksi di pasar kreatif dan seni daerah setempat.

“Peresmian pasar kreatif dan seni yang dikemas dalam kegiatan pembukaan Lampung Ekraf Berjaya 2020 ini menjadi bukti kepedulian Pemprov Lampung dan Dekranasda menyiapkan ruang bagi pelaku ekonomi,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Taufik Hidayat, di Bandarlampung, Senin.

Ia menyebutkan pihaknya optimistis Pasar Kreatif dan Seni Lampung ini akan menjadi pasar yang dikenal masyarakat dan diminati untuk membeli produk dan jasa ekraf di daerah ini.

Taufik berharap semua pemangku kepentingan ekonomi kreatif memberikan dukungan untuk pengembangan ekraf di Provinsi Lampung.

“Ini juga guna menggerakkan perekonomian sehingga menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat menuju Lampung Berjaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengatakan pasar kreatif dan seni ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan ekonomi kreatif Lampung.

“Melalui penyediaan ruang dan sarana kreatif agar para pelaku ekonomi dapat berkreasi, berproduksi dan bertransaksi di tempat ini,” ujarnya.

Riana berharap keberadaan Pasar Kreatif dan Seni Provinsi Lampung dapat dimaksimalkan.

“Bukan suatu hal yang mustahil bila suatu saat lokasi ini akan menjadi salah satu destinasi wisata Provinsi Lampung, tempat wisatawan dapat menemukan kekhasan dan keunikan daerah Lampung dalam berbagai bentuk karya dan seni,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut akan terwujud apabila pasar kreatif dan seni ini dapat dikelola dengan baik dan menerapkan sapta pesona pariwisata atau tujuh unsur pariwisata).

“Yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan jenangan serta tidak lupa menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Riana mengatakan pemerintah baik pusat maupun daerah telah berusaha keras menanggulangi dampak ekonomi dengan berbagai program.

Salah satunya dengan penguatan ekonomi kreatif, UMKM dan koperasi melalui pengembangan sentra-sentra ekonomi kreatif berbasis sumberdaya dan keunggulan lokal.

“Ekonomi kreatif adalah perwujudan nilai tambah dari suatu ide atau gagasan kekayaan intelektual, yang dapat memberikan dampak sosial yang luas dalam mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Riana menyebutkan saat ini di Indonesia dikembangkan 16 subsektor ekonomi kreatif yaitu arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual.

Kemudian, desain produk, fashion, film-animasi video dan fotografi, oeriklanan, kriya (kerajinan tangan), kuliner, musik dan aplikasi.

Selanjutnya, pengembangan permainan, penerbitan, seni oertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Riana menambahkan kerajinan dan fashion menjadi bagian dari ke-16 subsektor dalam ekonomi kreatif yang sangat mendukung dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi. (Ant)

Share