Penduduk Miskin di Lampung Naik Jadi 1,05 Juta Orang

Penduduk Miskin Di Lampung Naik Jadi 1 05 Juta Orang

Bandar Lampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 mencapai 1,05 juta orang. Angka ini naik 12,34 persen atau 7,84 ribu orang dibandingkan dengan periode September 2019.

“Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2020 adalah sebesar 9,02 persen atau naik 0,42 poin dibandingkan September 2019 yang sebesar 8,60 persen. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2020 sebesar 13,83 persen. Atau mengalami penurunan 0,13 poin jika dibandingkan September 2019 yang sebesar 13,96 persen,”. Kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar, Rabu, 15 Juli 2020.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selama periode September 2019 hingga Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 12,41 ribu orang dari 224,69 ribu orang pada September 2019 menjadi 237,10 ribu orang pada Maret 2020. Sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 4,57 ribu orang dari 816,79 ribu orang pada September 2019 menjadi 812,22 ribu orang pada Maret 2020.

“Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan,” ujar dia.

Menurutnya, komoditi makanan merupakan yang paling berpengaruh ditambah lagi ditengah pandemi COVID-19 banyaknya masyarakat baik kota atau desa yang kehilangan pendapatan. Meskipun harga makanan cenderung stabil, namun makanan merupakan suatu kebutuhan wajib sehingga terus membutuhkan dana pengeluaran.

“Makanan menjadi komoditi wajib bagi seluruh masyarakat, sehingga wajat komoditi ini menjadi yang paking berpengaruh dari garis kemiskinan,” terangnya.

Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar 75,41 persen. Kondisi ini meningkat dibandingkan dengan kondisi September 2019 yaitu sebesar 75,08 persen.

“Gini ratio pada Maret 2020 adalah sebesar 0,327. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan September 2019 yang sebesar 0,331. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan di Provinsi Lampung termasuk kategori ketimpangan rendah,” terang dia. (LP)

Share