Penyuluh Lampung Tetap Dampingi Petani Panen

Way Kanan – Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia saat ini, tidak menyurutkan perjuangan penyuluh untuk mendampingi petani yang melakukan panen padi di Kecamatan Banjit, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung.

Panen padi dilakukan petani dengan menggunakan alat mesin pertanian combine harvester yang dikelola oleh Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) Simpang Asam Senandung Karya II.

Abdul Muin, Ketua UPJA di Waykanan, Kamis mengatakan, hari ini (7/5) Pihaknya sedang melakukan panen di Kampung Simpang Asam di areal sawah seluas 50 hektare (ha) Dengan produktivitas 8 ton/ha dalam bentuk gabah kering panen.

“Meskipun di tengah pandemi COVID-19, kami sangat senang jika dapat membantu petani, kami mendorong petani. Agar senantiasa memanfaatkan ketersediaan alsintan yang telah dibantu oleh pemerintah, karena banyak manfaatnya. Selain cepat juga dapat mengurangi kehilangan hasil panen,” ujarnya.

Penyuluh pertanian pendamping di wilayah Kostratani Kecamatan Banjit, Miswarajayadi menambahkan dengan combine harvester panen padi bisa dilakukan dengan waktu yang singkat dan tenaga panen pun hanya dua orang saja.

“Untuk biaya panen dengan combine harvester dapat menghemat biaya sekitar 50 persen dibandingkan panen menggunakan tenaga manusia secara manual,” ujarnya.

“Penggunaan mesin combine harvester selain mempercepat proses panen, menghemat biaya dan tenaga. Juga sebagai upaya dalam menangkal penyebaran COVID-19 karena penggunaan mesin tersebut meminimalisir interaksi dengan banyak orang,” kata Miswarajayadi

Kepala Dinas Pertanian Waykanan, Maulana yang hadir saat panen raya tersebut mengungkapkan bahwa sinergi petani dan penyuluh serta UPJA di Kecamatan Banjit merupakan sebuah contoh keberhasilan dari kekompakan pelaku di sektor pertanian dalam upaya memenuhi ketersediaan pangan di saat pandemi COVID-19.

“Selanjutnya kami meminta agar seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Waykanan untuk terus mengawal kegiatan panen khususnya dengan pemanfaatan alsintan yang telah diberikan oleh pemerintah. Meskipun di tengah pandemi COVID-19. Kegiatan panen harus terus dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Maulana. (Ant)

Share