Pergantian Perangkat Desa Kibang Lamtim Penuh KKN

Lamtim, etalase info.com – Pergantian perangkat desa kibang berbau korupsi kolusi dan nepotisme ( KKN).

Sekretaris desa (Sekdes) kibang kecamatan metro kibang kabupaten Lampung timur yang baru saja dilantik (Enda Gunawan), merupakan Ketua pemenangan Kades Winarno terpilih.

Enda Gunawan yang di duga tidak mengetahui ilmu kepemerintahan, bisa dikatakan buta soal urusan kepemerintahan dipaksakan harus diangkat sebagai sekretaris desa (Sekdes) oleh winarno karena sebagai upaya balasjasa atas kiprahnya turut andil dalam pemenangan winarno kades terpilih dipilkades desa kibang beberapa waktu lalu, ujar warga desa setempat yang enggan di sebutkan identitasnya.

Kecurigaan dan tudingan warga atas perilaku dan tindakan dengan menghalalkan segala cara yang di lakukan oleh oknum kades (Winarno) yang diduga telah melakukan pengondisian terhadap calon perangkat desa di desanya patut di acungi jempol dan terbukti dari ke 4 orang yang di posisikan tidak bergeser dari rencana .

Bahkan ke 4 orang yang di maksud setiap mengikuti tes selalu lulus walaupun hanya tes formalitas jelas warga kepada wartawan

Sebelumnya telah di beritakan bahwa Panitia Pengisian Perangkat Desa untuk Desa Kibang Kecamatan Metro Kibang ternyata menuai folemik di tengah masyarakat, mulai dari penjaringan hingga sampai pada uji kopetensi atau tes berkaitan dengan adanya para calon untuk mengisi kekosongan di jajaran perangkat Desa setempat.

Dari 20 Peserta bakal calon perangkat Desa untuk memperebutkan 4 kursi di antaranya (1) Sekretaris Desa ( Sekdes) sebanyak 4 bakal calon. (2) Kaur Umum sebanyak 4 bakal calon. (3) Kasi Pemerintahan sebayak 5 bakal calon dan (4) Kasi Perencanaan sebanyak 7 bakal calon, ternyata dari semua calon yang terpilih dalam pemilihan tersebut hanya ada satu calon Kadus VIII yang terpilih dan dapat di nyatakan suceng atau tranfaran, sementara yang lain itu merupakan sebuah produk akal akalan yang telah di lakukan oleh Kepala Desa( Winarno) sebagai pemegang tampuk kekuasaan di Desa.

Tudingan itu di lontarkan oleh nara sumber yang dapat di percaya dan tidak mau di sebut namanya, bahkan dia dengan tegas mengatakan bahwasannya dengan di adakannya penjaringan maupun tes tersebut hanya sebagai formalitas saja, bahkan selain itu, sebelum di adakan penjaringan, dari 4 calon yang terpilih itu sudah melakukan pertemuan atau kumpul kumpul terus dengan Kepala Desa tuturnya.

Ditambahkannya juga, bagaimana mungkin mereka itu bisa lulus sedangkan pada saat di lakukan tes tertulis mereka ada yang tidur, lebih lebih calon terpilih yang notabene juga sebagai anggota BPD bahkan masih saudara Kades itu sendiri.

Selebihnya menurut dia, dalam kurun waktu dekat akan melakukan upaya agar hal itu dapat di lakukan tes ulang dan terbuka untuk umum agar tidak ada kebohongan kepublik seperti yang telah di lakukan oleh Desa lain yang ada di Kecamatan Metro Kibang, bukan malah sebaliknya Kepala Desa ikut bermain di dalamnya pungkasnya.

Pertanyaannya?! bila saja sosok Pemimpin dalam memilih atau memilah untuk di jadikan perpanjangan tangan hanya karena kedekatan emosional pribadi atau bahkan karena adanya ikatan saudara atau bahkan karena hutang budi yang timbul dimasa pencalonan yang terdapat sebuah kesepakatan maupun janji bila terpilih dan jadi, tanpa perlu ingat apa yang pernah di janjikan terhadap Masyarakat dan hanya mengedepankan kepentingan pribadi, sudah barang tentu dan tidak akan menutup kemungkinan terjadi carut marut sebuah tatanan dan mau di bawa kemana desa ini.(Din)

Bagikan