Pesta Pernikahan Harus Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Pesta Pernikahan Harus Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat (1)

Bandar Lampung – Tanpa adanya suara band yang bergemuruh dan penuh hiruk pikuk, pernikahan Putri dan Abrar tetap berjalan dengan lancar. Tanpa adanya panggung pelaminan untuk kedua mempelai. Pernikahan kedua insan ini tetap berjalan.

Bukannya tidak bisa membangun pelaminan nan megah pada pesta pernikahan sekali seumur hidupnya. Namun, hal itulah yang menjadi pertimbangan dari kedua keluarga mempelai saat akan mengadakan pernikahan di tengah pandemi Covid-19.

“Sudah kita pikir matang-matang melaksanakan kegiatan di tengah pandemi ini. Tapi itu tadi setelah kita sadar kita hanya akan buat kegiatan yang ala kadarnya demi meminimalisir keramaian dan klaster baru penularan korona,” ujar orang tua dari mempelai wanita, M. Hakiki, Senin, 7 September 2020.

Satu minggu sebelum melaksanan pernikahan anaknya, ia telah berunding matang dengan RT dan juga kepala lingkungan hingga lurah untuk pemasangan tarup hingga jumlah kursi yang nantinya digunakan untuk para tamu. “Sedetail mungkin harus ada perizinan dari aparat,” kata dia.

Tanpa ada arahan wedding organizer, pihak keluarfa mempelai kompak menjadi panitia. Satu persatu terlihat ada yang sibuk memastikan tempat pencucian tangan lengkap dari air, sabun, hingga tisu. Tak hanya disitu, terdapat keluarga lain yang fokus pegang alat cek suhu tubuh dan hand sanitizer untuk memastikan kondisi tubuh tamu undangan stabil dan steril.

“Itu beberapa kewajiban saat datang ke acara pernikahan putri kamu, yang lain adalah masker. Jika tidak menggunakan masker akan kami berikan masker gratis,” ujarnya.

Untuk spot makan pun sendok untuk mengambil lauk pauk dilap secara berkala, demi memastikan kondisi sendok terus steril dan aman untuk para tamu.

“Kita tidak mau acara yang hikmat dan penuh dengan doa justru menjadi cluster penularan covid-19, akan merasa berdosa kami,” ungkap Haki, sapaan akrabnya. 

Kegiatan yang direncanakan akan berlangsung satu hari penuh ini pun terpaksa berubah rencana hanya 4 jam saja yakni dari pukul 10 pagi hingga 2 siang saja. Mengingat khawatirnya pengunjung yang datang akan berdesak-desak, pihak pengantin lakukan sistem rolling untuk tamu. 

“Kita juga undang gak banyak, nah tamu itu kita peringati datangnya jam berapa sampai jam berapa untuk memastikan tidak berdesakan. Itu semua kita sudah imbau harap maklum dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.  (LP)

Share