PKS Nilai Keadaan Pendidikan Di Indonesia Masih Banyak PR

0
2

Jakarta, etalaseinfo.com  – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengukur keadaan pendidikan nasional saat ini masih jauh dari pas. Pasalnya pekerjaan rumah dalam dunia pendidikan diukur masih sungguh-sungguh besar, sehingga perlu kerja keras mengejar banyak ketertinggalan dunia pendidikan Indonesia.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini malah memaparkan empat hal yang masih menjadi profesi rumah di dunia pendidikan.

Pertama, menghadirkan siswa didik yang beriman, bertakwa, dan bermoral mulia di tengah perkembangan teknologi isu dan media sosial yang masif dan eksesif yang membawa kebiasaan liberal, sekuler, malah bebas poin serta jauh dari agama.

“Sehingga marak pergaulan bebas, perilaku menyimpang, dekadensi tata krama (tata krama) dalam kehidupan generasi bangsa kita” kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/5/2018).

Menurut dia, tidak ada sistem efektif untuk memecahkan hal tersebut, kecuali dengan menanamkan poin-poin agama yang konsekuen terutamanya dalam dimensi pengamalan tata krama sehari-hari sebab iman, takwa, tata krama itu sumbernya agama.

Ia melanjutkan, itu segala membutuhkan peran aktif segala pihak, guru, dosen, orang tua, lingkungan sosial dan pergaulan.

Selain itu, kata dia, negara atau pemerintah wajib memfasilitasinya dengan menyokong, mempromosikan, dan menampakkan keseriusan dalam menjadikan lingkungan sosial agamis dan religius baik di sekolah maupun tempat-tempat awam.

Kedua, saat yang sama wajib mengejar ketertinggalan pengendalian ilmu pengetahuan dan teknologi melalui desain kurikulum dan materi didik yang pas pantas dengan keperluan dan tantangan zaman yang terus berkembang.

Ia mengatakan, Indeks pembangunan manusia (IPM) bidang pendidikann saat ini masih jauh ketinggalan. Itu juga dengan kemampuan riset dan penemuan kreatif yang diciptakan dunia pengajaran tinggi kita juga masih kalah dibandingkan negara-negara lain termasuk di wilayah Asia Tenggara.

Dikatakannya, perkembangan dunia lebih pesat dari kemampuan manusia menyesuaikan diri. Spirit itu yang wajib dicokok dan diterapkan dengan baik oleh dunia pendidikan.

“Dan, lagi-lagi negara wajib memfasilitasinya. Bagaimana tenaga pengajaran, kemampuan pendidikannya, sarana penunjangnya, terus dioptimalkan secara kreatif dan inovatif” ungkap Anggota Komisi I DPR ini.

Kemudian, kata dia, wawasan tenaga kependidikan juga wajib ditingkatkan melalui pelajaran, pelatihan, dan benchmarking kepada negara atau institusi pengajaran maju. Ketiga, pemerataan pengajaran dari sisi kurikulum maupun infrastruktur pengajaran ke segala wilayah Indonesia.

Ia mengatakan, percepatan pencapaian pengajaran di berjenis-jenis tempat, terutamanya luar Jawa mutlak menjadi target dan prioritas pemerintah. Jazuli menyatakan, Indonesia ini luas dengan karakter kemajuan masing-masing tempat. (Sndo)