PMII FISIP Unila Sukses Gelar Diskusi Virtual “Polemik Bantuan Sosial”

Img 20200522 Wa0042

Bandarlampung, etalaseinfo.com – Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) FISIP Unila, melalui Departemen Kajian dan Keilmuan sukses menyelenggarakan kegiatan diskusi virtual yang bertajuk “Polemik Bantuan Sosial”, Kamis (21/5/2020) kemarin,
Diskusi tersebut diisi narasumber baik dari praktisi maupun dari akademisi yaitu Fauzi Hasyim, S.AN., Mislamudin, M.Pd., dan Ahmad Robi Ulzikri, S.I.P.

Dalam kesempatan tersebut beberepa pemateri menyampaikan beberapa hal yang krusial terkait dengan topik diskusi yang dimoderatori oleh Fitria Barokah tersebut.

“Pemerintah pusat tetap memberikan  pengawasan, salah satunya dengan  menetapkan pendampingan  PKH. Tugasnya  agar bantuan dapat tersalurkan  secara tepat sasaran. Begitu juga jika masih terjadi  hal-hal yang bertentangan yang dilakukan  oleh  pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dari pemerintah pusat sendiri sudah menyediakan layanan pengaduan  yang bisa diakses langsung oleh masyarakat,” papar Fauzi.

Sementara itu saudara Mislamudin, M.Pd. juga menyoroti soal tumpang tindihnya data yang kerap tidak tepat saaran di kalangan akar rumput masyarakat.
“Kita sangat mengharapkan bahwa program yang terjadi hari ini, berkaitan dengan tumpang tindihnya data.

Ini sangat disayangkan persoalan data warga yang tidak mampu dan layak menerima bantuan justru tidak mendapat bantuan,” kata komisioner KPU Lampung Selatan tersebut.

Sementara itu Ahmad Robi Ulzikri, S.I.P. mengkritisi perosalan bantuan sosial dalam perspektif politik dan pemerintahan.

“Kita dalam menganalisis harus melihat dalam perspektif apa dulu, apakah pemerintahan atau politik? Kita harus objektif karena ini persoalan wabah. Pemerintah pusat dan daerah harus saling mengisi kekurangan melalui data terintegrasi yang real time,” papar demisioner Ketua PMII Fisip 2018 yang juga pembina Social Politic Movemen Class (SPMC) Centre tersebut.

“Begitu juga apresiasi dengan kekuatan sosial masyarakat yang dimiliki, yang saat ini juga membantu pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat diakar rumput,”sambungnya.

Diskusi tersebut menawarkan beberapa solusi, diantranya seperti pendampingan dan aduan bantuan, optimalisasi website desa untuk transfaransi bantuan, dan integrasi data yang realtime.
Kegiatan diskusi tersebut diikuti oleh 115 perserta dari berbagai macam rayon, komisariat, dan bahkan dari luar Provinsi seperti  Baturaja, Banten, dan Jawa Barat.(Kmf)

Share