PPNI Kota Metro Tarik Dana 350.000 Untuk Registrasi Kartu Dikeluhkan Perawat

0
14

Kota Metro, etalaseinfo.com – Oknum Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia PPNI DPD kota Metro tarik biaya pengurusan kartu tanda anggota perawat serta biaya perpanjangan registrasi sebesar 350.000 Rupiah kepada pegawai perawat setiap tahunnya dan kartu yang telah ditegestrasi itu merupakan satu syarat kewajiban bagi ribuan mereka yang berprofesi sebagai tenaga medis pada setiap rumah sakit dan puskes di seluruh kota madya Metro.

Hal ini diketahui dari beberapa narasumber yang tak mau disebutkan identitasnya kepada wartawan membuka borok organisasi PPNI karena menurut mereka merupakan sesuatu yang perlu penjelasan karena dana senilai tetsebut khususnya di kota Metro saja sedikitnya tenaga perawat mencapai kisaran 1500 orang, bila di akumulasi bagi perawat untuk perpanjangan masa kartu dan registrasi setiap tahunya dipungut biaya sebesar .350 Ribu Rupiah ini di kalikan 1500 pegawai maka jumlah biaya yang di kumpulkan dalam satu tahunnya saja sudah mencapai 525.000.000, belum lagi di tambah biaya rencana di bangunya gedung PPNI cabang kota Metro yakni perorang sebesar 50.000 di kali 1500 sama dengan R 75.000.000, jadi jika di jumlahkan pihak pengurus dapat mengumpulkan dana sebesar. 600.000.000, juta dalam satu tahunnya.”keluh salah satu anggota PPNI kepada awak media Senin (24 /6/2019.)

Masih menurut narasumber, dana hasil pungutan tersebut di pergunakan untuk apa dan itu pihak pengurus harus bisa menjelaskan secara rinci biar seluruh anggota yang tergabung di organisasi tersebut gamblang dan tidak menduga duga jika ada indikasi di korupsi oleh pengurus PPNI bertahun tahun lamanya,yang kami tau saat jelang lebaran diberi bingkisan yang jelas tak sesuai seperti sirup dan kue saja.” jelasnya.”

Kuat dugaan pula kesan adanya keterlibatan Dinas terkait yang menjalin kerja sama dengan organisasi PPNI dalam pengurusan STR atau surat izin praktek keperawatan untuk menyetorkan dana pendaftaran dan registrasi kartu perawat melalui organisasi yang hingga kinipun tak memiliki kantor sendiri sehingga dalam kurun waktu bertahun tahun masih menumpang di puskesmas Yoso mulyo kota Metro. Hal ini sangat kontras dengan milyaran dana yang telah di pungut selama ini.

Tapi informasi yang di himpun oleh beberapa media ini menjadi sumbang tat kala ketua PPNI kota Metro saat di konfirmasi terkait temuan yang ada Hendarto Mengelak tak benar jika petaeat di metro lebih dari seribu dia mengatakan hanya sedikit tak lebih dari 700 orang, mengenai pungutan 350 ribu itu hanya dipungut 260 ribu saja,lalu terkait ada rencana pengadaan kantor seketariat PPNI Hendarto membenarkan ada pungutan senilai 50 ribu Rupiah dan telah berjalan selama delapan bulan ini, katanya, untuk lebih jelas karena saya tak memahami secara detail, para awak peliput diarahkan pada seketaris PPNI bernama Sudibyo namun yang bersangkutan belum bisa di temui karena sesuatu dan lain hal.(Rz – Dn)