Pulihkan Wisata Bahari, Buleleng Jadi Lokasi Restorasi Terumbu Karang

Buleleng – Buleleng terpilih sebagai lokasi restorasi terumbu karang nasional. Tujuannya memulihkan perekonomian di sektor wisata bahari yang terdampak pandemi COVID-19.

Kabupaten Buleleng, Bali terpilih menjadi tempat restorasi atau Taman Terumbu Karang Indonesia (ICRG) yang dicetuskan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemerintah Provinsi Bali.

“Taman Terumbu Karang Indonesia (ICRG) itu masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya untuk masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi COVID-19, khususnya yang berhubungan dengan pariwisata bahari, mulai dari pemandu wisata, pemilik kios, dan hotel beserta pegawainya yang diPHK,”kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Safri Burhanuddin di Buleleng, Senin (12/10/2020).

Ketika meninjau lokasi restorasi terumbu karang di Kabupaten Buleleng dan bertemu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ia menjelaskan terpilihnya Kabupaten Buleleng karena Buleleng telah banyak menerima penghargaan dalam bidang konservasi terumbu karang.

“Buleleng juga memiliki garis pantai terpanjang di Bali dan juga arus laut yang tenang sehingga menjadi kelebihan dalam restorasi terumbu karang,” kata dia tentang terpilihnya Buleleng dalam Rapat Koordinasi PEN Restorasi Terumbu Karang ICRG secara virtual yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Buleleng terpilih bersama empat daerah lainnya di Provinsi Bali yakni Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Pandawa, dan Pantai Serangan.

“Buleleng sudah terkenal dengan konservasi terumbu karangnya, sehingga lebih mudah untuk menjalankan program ini di Buleleng. Diharapkan ini akan berkembang lebih baik lagi, terumbu karang di sini akan menjadi lebih banyak dan tentu saja daerah yang menjadi tempat konservasi harus diawasi. Jangan sampai kita buat konservasi, tapi dirusak oleh masyarakat,”katanya.

Untuk menciptakan konservasi terumbu karang yang berbeda, Safri Burhanuddin mengatakan akan membuat terumbu karang yang unik.

“Saya sudah diskusi dengan Bapak Bupati Buleleng, mungkin kita akan buat terumbu karang yang berbentuk kendaraan, atau bekas alat tempur yang sudah tidak terpakai, sehingga ini menjadi ikon,”katanya.

Menurut Safri Burhanuddin, program ini akan dimulai pada 17 Oktober 2020 dan program ini akan melibatkan ribuan masyarakat yang terkena dampak pandemi.

“Dari lima lokasi ini akan melibatkan 1.300-1.500 orang dengan total dana sekitar Rp 111 miliar dan untuk di Buleleng disiapkan Rp 10-20 miliar,”katanya.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan program ini memberikan kesempatan bekerja untuk masyarakat di pesisir pantai dan juga yang terkena pandemi.

Selain itu, ia mengatakan, program ini akan memberikan dampak positif terhadap ekosistem terumbu karang di Buleleng.

“Kami juga memikirkan nelayan yang kesehariannya mencari ikan di karang, karena nanti tidak boleh lagi ada aktivitas tersebut, kami meminta pihak kementerian untuk membuatkan rumpon ikan untuk nelayan,” katanya. (Dtk)

Bagikan