Racikan Kopi Susu Sudah Populer dan Digemari Sejak Tahun 1660

Es Kopi Susu

Jakarta – Menurut catatan sejarah kopi susu sudah diracik dan digemari sejak tahun 1660. Lalu bagaimana perkembangan racikan kopi susu ini hingga menjadi kekinian?

Punya rasa yang manis dan menyegarkan, kopi susu jadi pilihan banyak orang yang tak terlalu menyukai rasa pahit pada kopi. Minuman ini popularitasnya berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir.

Banyak orang yang tak terlalu suka rasa pekat kopi hitam jatuh hati pada kopi susu. Bukan beberapa tahun belakangan saja, sebenarnya kopi susu ini sudah eksis sejak tahun 1660 atau 360 tahun silam.

Dilansir dari berbagai sumber berikut fakta menarik seputar sejarah kopi susu dan perkembangan bahan-bahan racikannya hingga kini jadi minuman milenial.

1. Kopi Susu di Asia

Menurut catatan sejarah, penemuan kopi susu ini bermula di tahun 1660-an di Asia dan Eropa. Keduanya memiliki sisi sejarah yang berbeda. Di Asia contohnya, perkembangan kopi susu tak lepas dari era kolonial ketika Belanda menguasai beberapa negara di Asia.

Di tahun 1616, Belanda merupakan negara pertama di Eropa yang memiliki pohon kopi. Mereka membawa kopi dari Yaman untuk ditanam di Amsterdam. Setelah sukses, mereka kembali di tahun 1658 dan membeli rempah di Sri Lanka namun tidak berhasil.

Akhirnya mereka ke Indonesia tepatnya ke pulau Jawa untuk mencari biji kopi, yang membuat Jawa menjadi pemasok biji kopi pertama ke Eropa. Kemudian muncul cikal bakal kopi susu yang ditemukan oleh duta besar asal Belanda bernama Johan Nieuhof.

2. Johan Nieuhof dan Kopi Susu

Saat itu Johan Nieuhof merupakan duta besar Belanda di China pada tahun 1660. Awalnya ia penasaran dengan tradisi orang-orang elite dan bangsawan di China pada era Dinasti Qing. Mereka sering menambahkan susu ke dalam teh yang akan diminum.

Alih-alih menggunakan teh, Johan memilih menambahkan susu ke kopi racikannya. Johan menjadi orang pertama di dunia yang pertama kali meminum kopi dengan susu. Minuman ini murni hasil eksperimen dan rasa penasarannya.

Rasanya yang enak dan lebih manis membuat minuman kopi susu ini mulai dikenal banyak orang. Bahkan tren ini sampai ke Eropa dan terus berkembang.

3. Tidak Langsung Populer

Meski sudah dicoba pada tahun 1660 oleh Johan, tapi rupanya butuh waktu yang lebih lama untuk mempopulerkan kopi susu. Menurut catatan sejarah dari Coffee Review (11/09), kopi susu baru dikenal banyak orang di tahun 1684. Sekitar 24 tahun setelah kopi susu ditemukan.

Saat itu seorang mantan pejuang bernama Franz George Kolschitzky, membuka kafe di Wina, Austria pada tahun 1684. Ia membuka kafe setelah mendapatkan biji kopi dari orang-orang Turki dan uang yang cukup banyak. Ia pun meracik kopi dengan cara yang dipelajarinya dari orang Turki.

Tapi rasa kopi khas Turki tidak terlalu disukai orang Eropa. Akhirnya ia mulai menyaring kopinya kemudian menambahkan pemanis berupa madu dan susu. Dari sana minuman kopi susu mulai digemari banyak orang.

4. Madu Digantikan Gula

Pada abad 17, ketika popularitas kopi susu mulai meroket tidak banyak pemanis yang bisa digunakan. Saat itu hanya ada dua jenis pemanis yang umum digunakan dalam makanan atau minuman. Pertama susu dan gula.

Baru beberapa tahun mendatang, orang-orang mulai beralih dari madu ke gula karena rasanya yang lebih enak ketika dicampur ke minuman. Apalagi saat itu banyak orang yang sudah menemukan cara untuk menghangatkan susu secara benar agar rasanya di kopi lebih menyatu.

Banyak orang yang lebih suka mencampurkan kopinya dengan susu tanpa gula. Karena rasa kopinya dinilai lebih kuat jika hanya menggunakan susu saja. Tapi bagi penggemar manis, gula tetap digunakan untuk menyamarkan rasa pahit dari kopi.


5. Pro dan Kontra Kopi Susu

Selama lebih dari 300 tahun, kopi susu berkembang menjadi minuman populer di berbagai negara. Tapi kopi susu ini sering mengundang perdebatan di kalangan pecinta kopi.

Banyak yang menyebut bahwa kopi susu ini merupakan minuman untuk orang-orang yang tidak suka kopi, tapi masih ingin minum kopi. Beberapa penggemar kopi mengklaim bahwa rasa kopi memang tidak enak dan terkadang pahit.

Jadi ketika orang-orang menambahkan gula atau susu ke dalam kopi mereka, itu menandakan bahwa sebenarnya mereka tidak suka rasa kopi yang terlalu tajam dan kuat. Namun terlepas dari kontroversi yang ada, kopi susu tetap digemari banyak orang.

Jenisnya juga semakin beragam mulai dari Cafe au lait yang populer di Prancis. Lalu ada Cafe Bombon di Spanyol, Cortado di Portugal dan tak ketinggalan Cappuccino yang dikenal di seluruh dunia. (Dtk)

Share