Rapid Test Gratis Disambut Baik Warga Luar Bandar Lampung

Warga luar kota yang akan memasuki wilayah Bandar Lampung menjalani rapid test gratis di posko pemeriksaan Polsek Sukarame, Senin, 26 Oktober 2020.

Bandar Lampung – Rapid test gratis yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bandar Lampung di pintu masuk kota disambut baik warga dari luar Bandar Lampung. Pasalnya, adanya rapid test ini dapat mencegah penyebaran Covid 19.

Sejumlah warga dari luar kota, seperti Jakarta, Pelembang, Jambi, dan kota lainnya tak menolak kendaraannya diberhentikan dan diminta melakukan rapid test oleh petugas kesehatan yang sudah berjaga di posko depan Polsek Sukarame, Senin, 26 Oktober 2020.

Hanafi (42), warga Jakarta, mengapresiasi adanya rapid test gratis bagi warga luar kota. Menurut dia, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk mencegah lebih dini penyebaran Covid-19. “Jujur saya senang ada rapid test gratis ini. Jadi kita bisa tahu kondisi apakah terpapar Covid atau tidak. Apalagi dalam kondisi bepergian jauh,” ujarnya usai menjalani rapid test.

Hal senada disampaikan Aris (32), warga Palembang, yang mendukung program Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menyediakan rapid test gratis bagi warga luar kota. “Kegiatan rapid test gratis ini bagus, apalagi saya baca berita Bandar Lampung berstatus zona merah. Saya juga berharap ini dapat dilakukan di kota-kota lainnya,” katanya. 

Sementara itu, Kasat Pol PP Bandar Lampung, Suhardi Syamsi mengatakan kegiatan rapid test itu merupakan antisipasi libur panjang. Pasalnya, saat libur panjang dipastikan akan banyak warga luar Bandar Lampung yang ingin masuk atau menginap di ibu kota Lampung itu. 

“Seribu alat rapid test yang kami siapkan dan melibatkan petugas gabungan, seperti polisi-TNI, Pol PP, Dishub dan BPBD Bandar Lampung,” ujarnya. 

Dia menambahkan rapid test gratis ini akan dilaksanakan selama dua hari. Namun, jika ada perkembangan lain, kemungkinan bisa ditambah selama libur panjang. Ia juga menegaskan, jika ada warga yang reaktif, tetap dilakukan rapid test

“Kalau ada yang reaktif nanti kami minta datanya. Sehingga hasil data itu segera ditindaklanjuti Dinas Kesehatan,” katanya. (LP)

Bagikan