Ratusan Warga Adiluwih Ajukan Keberatan Terkait Kenaikan PBB

Ratusan Warga Adiluwih Ajukan Keberatan Kenaikan Pbb

Kakon Waringinsari Timur Kecamatan Adiluwih menunjukkan rekap data keberatan SPPT PBB saat sampai ke Bapenda, Senin (24/8/2020).

Pringsewu – Sebanyak 476 SPPT (pajak PBB) dari 2.700 SPPT di Pekon Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih mengajukan keberatan karena tingginya nilai PBB yang diterima┬áke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pringsewu, Senin, 24 Agustus 2020.

Keberatan PBB diajukan melalui Kepala Pekon Waringinsari Timur, Ali Mustofa, dengan membawa rekapan keberatan SPPT dari warganya.

Pengakuan keberatan ke Bapenda, kata Ali, karena sudah ada perintah baik dari Bapenda ataupun DPRD Pringsewu. “Jadi peluang ini kami manfaatkan untuk meringankan beban warga,” kata dia.

Ali Mustofa menambahkan keberatan warga atas tagihan PBB yang tertuang dalam SPPT diakibatkan tingginya kenaikan nilai pajak hingga 400 persen.

“Secara umum, target PBB pekonnya tahun 2019 hanya sekitar Rp66 juta, tetapi saat ini di tahun 2020 naik drastis hingga Rp279 juta, atau naik sekitar 400 persen lebih,” ujarnya.

Ali menjelaskan keberatan warga atas pembayaran PBB karena kanaikannya sangat besar dan sejak awalnya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat.

Menurutnya kenaikan yang disesuaikan dengan NJOP juga dinilai sepihak dan warga tidak diberitahu.

Ali optimistis usulan keberatan sebanyak 476 SPPT (bidang) optimistis bisa direalisasikan dengan dasar penurunan 40 persen atau mengacu pada NJOP terendah di sekitar SPPT yang diusulkan.

“Yang menjadi aneh, terdapat dua Pekon yang SPPT-nya tidak naik sama sekali seperti Pekon Sinarwaya dan Enggalrejo keduanya masuk Kecamatan Adiluwih,” ujarnya. (LP)

Share