RS Harus Benar Mengelola Pembuangan Limbah Medis Covid-19

Img20200628164319

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung

Bandar Lampung – Pembuangan limbah medis di rumah sakit menjadi sorotan, terutama hasil pemeriksaan pasien┬ápositif Covid-19 yang dikhawatirkan tidak dikelola dengan benar bisa membahayakan orang lain bahkan membuat masalah baru. Oleh sebab itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 harus benar-benar memastikan seperti apa penanganan limbah medis tersebut.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana mengatakan setiap rumah sakit sudah ada sistem pembuangan limbah medis. Dia mengatakan sistem pembuangan limbah medis dari Covid-19 atau bukan tetap sama.

“Setiap rumah sakit itu kan ada sistem pembuangannya masing-masing. Setiap rumah sakit ada akreditasi termasuk sistem pembuangan limbah medisnya,” katanya di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Selasa, 30 Juni 2020.

Dia menjelaskan semua pembuangan limbah medis merupakan infeksius. Oleh sebab itu, perlakuannya sama dan setiap rumah sakit sudah harus mempunyai sistem pembuangan limbah yang baik dan benar. Apabila tidak benar dalam pembuangan limbahnya, rumah sakit tersebut tidak dapat sertifikat akreditasi.

“Setiap rumah sakit lima tahun sekali dilakukan akreditasi. Pembuangan limbah medis harus benar, kalau enggak benar enggak dapat akreditasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lampung ini.

Dia menambahkan masing-masing kabupaten/kota pasti ada pengawas dari kesehatan lingkungan (kesling) untuk datang ke rumah sakit melihat proses pembuangan limbah. Namun, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan temuan dan laporan terkait pembuangan limbah medis yang di luar prosedur.

“Dinas Kesehatan Lampung belum menerima laporan untuk penanganan limbah medis. Syarat untuk lulus akreditasi salah satunya proses pembuangan limbah medis betul-betul secara baik dan benar. Kalau enggak benar enggak lulus akreditasi rumah sakitnya,” katanya. 

Kementerian Kesehatan juga telah membuat pedoman pengelolaan limbah rumah sakit rujukan, rumah sakit darurat, dan puskesmas yang menangani pasien Covid-19 seperti pengelolaan air limbah, pengelolaan limbah padat domestik, dan pengelolaan limbah B3 medis padat. Begitupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang telah mengeluarkan surat edaran (SE) No 02 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (limbah B3 dan sampah rumah tangga dari penanganan Covid-19).

Air limbah kasus Covid-19 yang harus diolah adalah semua air buangan termasuk tinja dari kegiatan penanganan pasien Covid-19 yang kemungkinan mengandung mikroorganisme khususnya virus korona, bahan kimia beracun, dan darah. Selain itu, cairan tubuh lain serta cairan yang digunakan dalam kegiatan isolasi pasien, meliputi cairan dari mulut dan/atau hidung atau air kumur pasien dan air cucian alat kerja, alat makan, dan minum pasien. Kemudian dan/atau cucian linen, yang berbahaya bagi kesehatan, bersumber dari kegiatan pasien isolasi Covid-19, ruang perawatan, ruang pemeriksaan, ruang laboratorium, ruang pencucian alat, dan linen.

Limbah padat domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan kerumahtanggaan atau sampah sejenis, seperti sisa makanan, kardus, kertas, dan sebagainya baik organik maupun anorganik. Sedangkan limbah padat khusus, meliputi masker sekali pakai, sarung tangan bekas, tisu/kain yang mengandung cairan/droplet hidung dan mulut, diperlakukan seperti limbah B3 infeksius.

Limbah B3 medis padat adalah barang atau bahan sisa hasil kegiatan yang tidak digunakan kembali yang berpotensi terkontaminasi zat yang bersifat infeksius atau kontak dengan pasien dan/atau petugas di fasilitas pelayanan kesehatan yang menangani pasien Covid-19, meliputi masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan. Selain itu, kertas bekas makanan dan minuman, alat suntik bekas, set infus bekas, alat pelindung diri bekas, sisa makanan pasien dan lain-lain, berasal dari kegiatan pelayanan di UGD, ruang isolasi, ruang ICU, ruang perawatan, dan ruang pelayanan lainnya. (LP)

Share