Sanksi Bagi Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan Disiapkan Pemkab Pesawaran

Pemkab Pesawaran Siapkan Sanksi Bagi Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan

Operasi Yustisi di Pesawaran.

Pesawaran – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona akan mengenakan sanksi bagi masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan tentang disiplin penerapan protokol kesehatan.

“Nantinya masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan akan dikenakan sanksi humanis seperti push up, menyanyikan lagu Indonesia Raya atau lainnya sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Dendi saat menghadiri pembagian masker secara serentak, kampanye jaga jarak dan hindari kerumunan dalam rangka Operasi Yustisi Penggunaan Masker serta Pilkada 2020 yang aman, damai dan sehat di Tugu Pengantin, Kecamatan Gedongtataan, Kamis, 10 September 2020.

Guna mendukung pemerintah dalam penekanan penyebaran Covid-19 di Bumi Andan Jejama, Dendi, meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, terutama menghadapi tahapan Pilkada 2020. 

“Hari ini kita laksanakan secara nasional yakni Operasi Yustisi dalam rangka menerapkan disiplin protokol kesehatan dan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) tahun 2020 bersama unsur pimpinan yang ada di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.

“Dalam menekan penyebaran virus ini, tidak mungkin kami melakukannya sendiri, tanpa adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, kami hanya ingin masyarakat dapat menerapkan prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tambahnya.

Dendi menerangkan dalam menjalankan tugasnya nanti akan ada tim gabungan dari pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang masif di lapangan untuk memberikan sanksi bagi masyarakat yang membandel.

“Ya, kita ada tim gabungan yang akan melaksanakan hal tersebut, seperti dari TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran. Mereka akan masif menjalankan tugas di lapangan. Karenanya saya imbau kepada masyarakat agar kita terus menerapkan protokol kesehatan,” paparnya. (LP)

Share