Scurity BPBD Lampung Timur Usir Wartawan Dari Ruang Kasubag Umum Dan Kepegawaian

Lampung Timur, etalaseinfo.com (SMSI) – Profesi para Jurnalistik, Reporter dan Wartawan secara hukum dilindungi Undang-undang (UU) Pers Nomor 40 Tahun 1999. Karena itu, upaya menghalangi kerja Jurnalistik bisa saja dipidanakan.

Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan Pers, karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan Perusahaan Pers.

Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun.

Pelanggar tindak pidana UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, pada pasal 18 ayat 1 yang mengatakan, tindakan menghalangi kegiatan Jurnalistik jelas diatur dan menyebutkan, bahwa setiap orang yang secara sah melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Namun fakta dilapangan masih saja ada pelanggaran UU Pers di Kabupaten Lampung Timur di Dinas Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD).

Kasubag Umum dan Kepegawaian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur, diduga meminta dan mengadu kepada Sayuti selaku Security keamanan kantor untuk mengusir wartawan saat menjalankan tugas dari ruang kantornya. Selasa (13/04/2021).

Natari selaku Kasubag Umum dan Kepegawaian BPBD di komplek Pemda Kabupaten Lampung Timur, selain meminta agar supaya Security keamanan kantor mengusir wartawan yang sedang menjalankan tugas, saat konfirmasi menanyakan penyelewengkan anggaran dana belanja jurnal surat kabar umum dan majalah tahun 2021.

Perlu di ketahui, atas kejadian tersebut pada saat wartawan dari Mediapanglima.co sedang konfirmasi kepada Kasubag Perencanaan BPBD Lampung Timur, tiba-tiba masuk lah Sayuti ke ruangan tersebut dan meminta kepada wartawan yang sedang bekerja untuk keluar dari dalam ruangan tersebut.

“Dengan alasan kehadiran kamu disitu mengganggu ketenangan para pegawai ASN yang sedang bekerja, dan hal tersebut atas dasar laporan dari Natari yang disampaikan terhadap Sayuti bahwa kehadiran kalian selaku wartawan, Natari merasa di resahkan”, ungkap Sayuti selaku Security.

Masih lanjut nya, “Kalau kamu orang mau konfirmasi jangan disini cari tempat lain karena ini ruang kerja, dan saya juga punya hak disini untuk menghalangi kalian karena saya di sini sebagai Security dan sebagai keamanan kantor ini”, katanya.

Perlu diketahui, saat Sayuti di minta keterangan oleh awak media terkait dengan surat perintah tugas yang menyebutkan bahwa dirinya adalah sebagai keamanan kantor BPBD tersebut, Sayuti menjawab dengan kata-kata dan ucapan yang kasar dengan jawaban kenapa kamu nanya saya”, kasarnya.

Lanjut Sayuti, “Dan kamu gak punya hak tanya saya apa lagi nanya Surat tugas saya, mau saya punya surat perintah tugas, mau gak bukan urusan kamu, dan kalau kamu berbicara tentang undang-undang dan peraturan saya gak tau, dan saya juga gak paham, karena saya orang bodoh dan apa yang kamu sampaikan terhadap saya, apa lagi tentang undang-undang Pers percuma kamu jelasin dengan saya, karena saya sama sekali tidak memahaminya, karena itu bukan bidang saya, jadi tolong jangan ganggu para pekerja di sini”, pungkasnya. (Tim)

Bagikan