Sebut Pelaku Pernah Depresi, Keluarga Penikam Syeh Ali Jaber Minta Maaf

Keluarga Penikam Syeh Ali Jaber Minta Maaf Sebut Pelaku Pernah Depresi

Tangkapan video permintaan maaf keluarga pelaku penikaman Syekh Ali Jaber.Istimewa

Bandar Lampung – Keluarga Alfin Andrian (22), pelaku penikaman terhadap Syekh Ali Jaber, menyampaikan permohonan maaf kepada korban, ulama, dan umat Islam. Permintaan maaf tersebut tersebar melalui video berdurasi 1:17 menit yang diunggah ke Youtube oleh akun Ahlunazar 96, pada Rabu, 16 September 2020, sekitar pukul 22.30 WIB.

Dalam video tampak ada enam wanita dan tiga pria. Salah satu pria, yakni orang tua pelaku M. Rudi, sedangkan satu lagi mengaku sebagai paman pelaku.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya selaku pamannya Alfin, serta ayahnya Alfin M. Rudi, serta keluarga besar memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Syeh Ali Jaber serta keluarganya, serta seluruh ulama-ulama besar di Indonesia, dan umat muslim di dunia, atas penusukan Syeh Ali Jaber cepat diberikan kesehatan, serta melakukan aktivitasnya seperti sedia kala,” ujar paman pelaku yang menggunakan peci hitam dalam video tersebut.

Pria tersebut mengklaim kalau sang keponakan memang pernah memiliki riwayat kejiwaan dan berobat di suatu tempat karena depresi sekitar 2016. “Di sini kami perlu memberitahukan, bahwa keponakan keluarga kami Alfin Andrian pernah berobat di klinik Mitra Keluarga pada tahun 2016 karena depresi. Sekali lagi kami memohon maaf kepada Syekh Ali Jaber dan seluruh ulama-ulama Indonesia dengan sebesar-besarnya, semoga Allah swt selalu menjaga ulama kita di mana pun mereka berada, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ujarnya.

Penelusuran Lampost.co, klinik yang disebutkan paman pelaku dalam video tersebut, yakni Klinik Jiwa Mitra Keluarga, Jalan Ganjaran, Tamansari, Gedongtataan, Pesawaran, memang menangani pemeriksaan kejiwaan.

Sebelummya, orang tua tersangka pelaku penikaman mendatangi Polresta Bandar Lampung, Senin, 14 September 2020, sekitar pukul 15.30 WIB. Kedatangan ayah tersangka M. Rudi ditemani salah seorang kerabatnya.

Dialam perjalanan menuju ruang bagian Reserse Kriminal, Rudi mengatakan jika anaknya mengalami gangguan jiwa pada 2017 silam dan sempat dirawat selama satu minggu di rumah sakit jiwa. “Ya adalah dikit (gangguan jiwa),” katanya singkat.

Pernah dirawat di RSJ, Rudi hanya mengangguk sembari berucap, “Ya ya,” katanya.

Ditanya apa penyebab dari gangguan jiwa anaknya, Rudi mengatakan, “Mental saja karena gangguan aja,” kata Rudi.

Apakah sekarang dia (tersangka) kambuh lagi, Rudi mengatakan kemungkinan iya, “Iya, mungkin,” katanya.

Ditanya pada saat ke masjid saat melakukan penikaman terhadap Syekh Ali Jaber ditemani atau sendiri, Rudi menjawab, “Sendirilah, saya sendiri ada di rumah,” katanya. (LP)

Share