Sejak 2019, 30 Kali Kawanan Gajah Masuk ke Pemukiman Warga

Sempat Rusak Kebun Warga Kawanan Gajah Liar Kembali Ke Kawasan

Tanggamus – Masuknya gerombolan gajah liar sejak 2019 hingga 2020 sudah terjadi lebih dari 30 kali. Diduga kemungkinan terbesar pemicu keluarnya hewan berbelalai ke pemukiman warga itu adalah mencari kebutuhan pangan.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Kotaagung Utara Zulhaidir mengatakan bahwa puluhan kali hewan dilindungi ini memasuki pemukiman warga yang berada didalam hutan lindung. Dirinya menilai jika alasan hewan raksasa mendatangi pemukiman kemungkinan didorong oleh kebutuhan pangan.

Menurutnya meski habitat aslinya berada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) tetapi hutan lindung juga merupakan home range dari gerombolan gajah liar tersebut. Dengan demikian wajar saja jika kawanan gajah ini berjalan ke areal hutan lindung walau berdekatan dengan pemukiman warga.

“Kalau sejak 2019 sekitar 30 kali. Bahkan di tahun 2018 sampai memakan korban jiwa,” kata dia, Rabu, 15 Juli 2020.

Untuk warga Kabupaten Tanggamus sendiri kebanyakan menginap diatas hutan lindung guna berkebun. Sedangkan rumah mereka berada di bawah gunung hutan kawasan. Sehingga warga yang menginap diatas hutan lindung itu adalah guna kepentingan berkebun bukan sengaja bermukim.

“Kalau warga kita yang diatas itu menginap karena hanya untuk mengurus kebunnya saja bukan sengaja mendirikan rumah,” katanya.

Zulhaidir menambahkan jika masalah ini bukanlah hal baru, karena telah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu. Hingga saat ini belum ditemukan solusi matang yang dapat dilaksanakan karena hali itu menyangkut anggaran biaya yang besar.

“Hingga sampai saat ini penyelesaian konflik gajah dan manusia hanya dilakukan penggiringan gajah ke dalam TNBBS,” katanya. (LP)

Share