Sekolah Harus Kedepankan Pengajaran Nilai Yang Moderat

Img 20200903 Wa0050

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung, sosialisasi pencegahan teroris kepada guru

Bandarlampung – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung melakukan kegiatan sosialisasi kepada guru dan kepala sekolah di Bandarlampung untuk menerapkan pembelajaran pencegahan terorisme di sekolah dari TK  hingga SMA, di Hotel Horison, Bandarlampung, Kamis (3/9).

Acara dengan tema “Internalisasi Nilai-nilai Agama dan Budaya di Sekolah dalam Menumbuhkan Moderasi Beragama” dibuka oleh ketua FKPT Lampung, Irwan Sihar Marpaung, dihadiri 80 peserta.

Kasubdit Pengawasan BNPT, Chairil Anwar mengatakan, guru di sekolah harus mengedepankan pengajaran nilai kegamaan yang moderat serta selaras dengan wawasan dan semangat cinta NKRI serta membentengi keyakinan seluruh umat beragama dari provokasi hasutan dan rekrutmen teroris.

Chairil menuturkan, pencegahan penyebaran paham radikal terorisme di lembaga pendidikan yaitu dengan cara melakukan pembelajaran agama dengan tuntas, jangan parsial, harus komprehensif. 

“Serta lakukan pendampingan kepada siswa dalam semua kegiatan, lakukan seleksi tenaga pendidik, seleksi orang yang  akan masuk ke sekolah dan biasakan menghormati semua agama,” tuturnya.

Chairil menjelaskan, ciri-ciri anak terpapar paham radikalisme yaitu mendadak anti sosial, berkumpul dengan komunitas yang dirahasiakan, perubahan emosional, ungkap kecurigaan dan kritik berlebihan.

Kemudian,  memutus komunikasi dengan orang tua dan keluarga, menunjukkan pandangan, sikap dan pendapat yang berbeda, dan cenderung tidak senang dengan pemikiran tokoh agama yang mainstream dan moderat.

Pemateri lainnya, Kabid agama FKPT Lampung, Wasril Purnawan menyampaikan materi tentang moderasi beragama dan kearifian lokal menjawab tantangan era disrupsi untuk Indonesia yang damai.

Wasril mengatakan, Lampung menduduki peringkat ke-4 index radikalisme di Indonesia. Salah satu strategi untuk menurunkan angka tersebut yaitu dengan cara kampanye moderasi beragama, dan melestarikan kearifan lokal.

Seturut dengan itu, kepada 80 peserta kegiatan, wasril berharap guru di sekolah agar menyampaikan pemahan kepada murid terkait materi pengenalan dan pencegahan radikalisme terorisme di lingkungan pendidikan.

 “Guru di sekolah harus memahami makna dan praktek agama di dunia agar memiliki referensi yang luas. Sebab semua agama mengajarkan kebaikan,” ujarnya.

Wasril menyampaikan, tolok ukur moderasi agama yaitu dengan cara kembali kepada ajaran kebaikan dan keadilan, komitmen, serta menjaga ketertiban.

Turut hadir dalam acara tersebut para pengurus FKPT Lampung, Ir Herdaus (Sekretaris), Donald Harris Sihotang, SE, MM (Kabid Media Massa, Hukum dan Humas), Isbedi Stiawan Z.S (Kabid Pemuda dan Pendidikan, Endang (Kabid Perempuan), Wasril Purnawa ( Kabid Agama), Abdul Qodir ( Kabid penelitian) dan para satgas FKPT Lampung. (Ant)

Share