Selain Inter Milan, Klub Tiongkok Milik Suning Juga Terancam Bangkrut

Milan, etalaseinfo.com – Krisis finansial yang dialami Suning Group tak hanya berdampak pada Inter Milan saja, namun juga klub milik mereka di Tiongkok, Jiangsu FC.

Suning sudah sangat jelas menyatakan bahwa mereka berada dalam masalah keuangan yang serius karena pandemi COVID-19 dan perlu menjual beberapa aset mereka untuk mengembalikan stabilitas perusahaan.

Di antara aset berharga yang mereka miliki, ada dua yang berupa klub sepakbola yakni Inter dan Jiangsu yang belakangan sama-sama terus mencatatkan kerugian.

Inter telah mereka masukkan ke dalam pasar dan ada laporan yang menyebutkan bahwa Suning tengah melakukan negosiasi dengan BC Partners mengenai proposal penjualan saham klub.

Namun rupanya tak hanya klub raksasa Serie A itu, berdasarkan laporan Titan Sports Plus, kini Suning juga membuka kemungkinan tak hanya sekadar menjual kepemilikan Jiangsu tapi juga bisa membubarkan klub sepenuhnya.

Kemungkinan pembubaran muncul karena Jiangsu menyumbang salah satu beban terbesar bagi Suning lantaran memiliki utang sekitar €63 juta (Rp1 miliar), dengan sebagian besar merupakan tunggakan gaji kepada pemain dan staf klub.

Krisis finansial hebat yang dialami Suning dan Inter sudah terbaca oleh jurnalis Italia, Marco Bellinazzo yang menjelaskan situasinya kepada Goal bahwa Nerazzurri terancam mengalami kebangkrutan seperti Barcelona di Spanyol.

“Saat ini, ada banyak kebingungan di sekitar klub dan orang-orang di Milan mengatakan banyak hal,” katanya. “Namun, Suning telah menjamin untuk melunasi semua utangnya hingga akhir tahun. Tidak ada ancaman tunggakan bagi Inter.”

“Suning telah menginvestasikan €600 juta di Inter sejak mengakuisisi klub lima tahun lalu, namun sekarang mengalami banyak masalah, sama seperti kebanyakan perusahaan, di tengah pandemi, yang telah menyebabkan krisis ekonomi dalam sepakbola di level internasional.”

“Jadi, karena mereka rugi sekitar €100 juta pada 2020, Inter sekarang menghadapi masalah likuiditas, seperti banyak klub besar Eropa, termasuk Barcelona di Spanyol.”

“Namun, terlepas dari pandemi, Suning punya masalah politik. Pada Agustus tahun lalu, pemerintah Tiongkok memberlakukan pembatasan investasi asing di sektor nonstrategis, termasuk sepakbola, yang jelas bertentangan dengan dorongan pemerintah mereka dua tahun lalu.”

“Sekarang, Tiongkok ingin terus berinvestasi pada sepakbola, namun mereka memilih untuk melakukannya hanya dalam kancah domestik. Jadi, investasi di luar negara mereka tidak lagi menjadi tujuan [pemerintahan di] Beijing.”

“Kedua faktor ini – masalah likuiditas di Inter yang disebabkan oleh pandemi; dan masalah politik – telah memaksa Suning ke pasar finansial untuk mencari pihak yang dapat meminjamkan uang kepada mereka karena mereka membutuhkan €150 juta- €200 juta sebelum 30 Juni untuk menutupi kewajiban finansial mereka.”

“Selain itu, Suning harus membayar obligasi sebesar €350 juta yang ditetapkan saat mereka mengambil alih Inter pada 2016. Jadi, semua ini menjelaskan mengapa mereka mulai mencari investasi, sekitar Oktober atau November tahun lalu.” (Goal)

Bagikan