Selama Liburan Panjang, Warga Lampung Dihimbau Tetap di Rumah

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan Sosialisasi Pergub Lampung Nomor 45 Tahun 2020 dan Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung di Ballroom Hotel Novotel, Senin, 26 Oktober 2020.

Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengajak semua pihak untuk tetap menjaga diri ketika liburan panjang akhir Oktober 2020. Ia juga meminta kabupaten/kota terus bekerja dan jangan ada kata berhenti dalam upaya menegakkan kedisiplinan kepada masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Semua pemangku kepentingan diharap untuk terus melakukan koordinasi. “Saya mengimbau ASN dan masyarakat untuk tetap di rumah saja dan tidak melakukan perjalanan ke wilayah dengan kasus tinggi atau mudik/pulang kampung. Jangan sampai menjadi tidak baik karena kita terlena,” kata Arinal saat rapat koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19  Lampung di Ballroom Hotel Novotel, Senin, 26 Oktober 2020. 

Dia berharap semua daerah di Lampung bisa terjaga dengan penerapan protokol kesehatan yang wajib dilakukan. GUbernur juga mengajak masyarakat tenang dan terus berpikir positif.

Antisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang dengan pengetatan pintu masuk Lampung, baik melalui darat, laut maupun udara. Untuk jalur darat yakni pengetatan terhadap pintu tol serta kabupaten yang berbatasan dengan wilayah dengan kasus tinggi. Pengetatan untuk jalur laut terhadap Pelabuhan Bakauheni, Panjang, dan Kotaagung serta untuk jalur udara yakni pada Bandara Radin Inten II dan bandara di Pesisir Barat.

“Selain itu, pengawasan protokol kesehatan pada tempat-tempat wisata, seperti hotel, mal, tempat hiburan, dan lain-lain, khususnya wisata pantai. Termasuk mengurangi izin keramaian yang potensi mengumpulkan orang seperti pesta dengan hiburan musik,” katanya.

Kemudian ia menyampaikan rekomendasi kepada Bandar Lampung yang masuk dalam zona merah. Arinal meminta dilakukannya pelibatan lintas sektor satgas di kecamatan maupun kelurahan termasuk juga sukarelawan untuk membantu.

Kemudian melakukan tracing atau pelacakan kasus yang cepat dan masif sehingga cepat dilakukan isolasi. Puskesmas juga harus memantau dan mendata pendatang, usia lanjut, dan orang yang memiliki penyakit penyerta.

Arinal juga mengimbau Bandar Lampung untuk memantau kasus positif tanpa gejala/kontak erat yang sedang diisolasi dengan menjamin kebutuhan pokoknya selama isolasi sehingga tidak keluar. Selain itu, puskesmas di Bandar Lampung juga harus melakukan edukasi penerapan protokol kesehatan dengan masif. Termasuk membentuk tim pendisiplinan protokol kesehatan dengan memberikan sanksi yang tegas pada pelanggar dan meminimalisasi kegiatan keramaian.

“Bandar Lampung harus melakukan peningkatan sistem kesehatan dalam mengantisipasi peningkatan kasus. Dengan mempercepat testing dan melakukan screening pada populasi berisiko serta penambahan ruang isolasi di RSUD,” katanya.

Arinal juga mengapresiasi Mesuji yang telah menjaga wilayahnya dengan baik sehingga kembali ke zona hijau. Ia menilai Mesuji melakukan penanggulangan Covid-19 dengan baik, yang terlihat dari tracing maksimal dan testing cepat serta melakukan imbauan penerapan protokol kesehatan secara masif. 

“Termasuk setiap rapid test reaktif langsung cepat dilakukan swab. Puskesmas dan satgas kecamatan/desa juga memantau pendatang yang masuk termasuk pekerja migran Indonesia dan memantau kasus yang diisolasi,” katanya. (LP)

Bagikan