Sopir Pembawa Sabu 1 Kg Dikenai Wajib Lapor

Sopir Pembawa Sabu 1 Kg Dikenai Wajib Lapor

BNNP Lampung saat ekpose penangkapan peredaran sabu.

Bandar Lampung – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung telah merampungkan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap Hasan, salah satu dari tiga orang yang ditangkap, terkait peredaran sabu seberat 1,03 kg. Sebelumnya BNNP sudah menetapkan dua tersangka, yakni Adi Kurniawan (39), kepala Kampung Sukajawa, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, dan Andriyanto (47), oknum polisi berpangkat AKP yang berdinas di Polda Lampung, warga Metro Barat, Kota Metro.

Dari pemeriksaan selama 3 x 24 jam x 2 yang dilakukan BNNP, Hasan tidak ditetapkan sebagai tersangka dan tidak terlibat dalam peredaran barang haram tersebut. “Iya dua orang itu saja, sementara Hasan hanya sopir dan tidak ada keterkaitan dalam kasus ini,” ujar Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya, Minggu, 16 Agustus 2020.

Namun, Hasan tetap dikenakan wajib lapor BNNP Lampung. “Jadi sopir (Hasan) hanya pada saat itu saja karena kerjaan harinya pembantu untuk bersih kolam kepala kampung,” kata alumnus Akabri 1988 itu.

Diberitakan sebelumnya, BNNP Lampung memaparkan pengungkapan perkara peredaran narkoba lintas provinsi yang melibatkan oknum aparat. Dari tiga orang yang ditangkap pada 9 Agustus 2020, dua telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Adi Kurniawan (39), kepala Kampung Sukajawa, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, dan Andriyanto (47), oknum polisi yang berdinas di Polda Lampung, warga Metro Barat, Kota Metro. 

Dari penangkapan keduanya, BNNP mengamankan sabu seberat 1,03642 kg  yang dibungkus plastik teh tiongkok warna emas. Selain itu aparat menyita satu lembar resi paket Indah Cargo, lima buah ponsel, uang tunai Rp7,3 juta, empat kartu atm, dua buah SIM, dan satu unit Suzuki Baleno BE-1418-RE.

Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya memaparkan awalnya pada 8 Agustus 2020 tim Berantas BNNP mendapatkan informasi dari salah satu perusahaan kargo, terdapat paket yang mencurigakan berisi speaker aktif dengan pengirim bernama Sapri dan penerima Steven Siahaan.

Kemudian aparat melakukan pengecekan ke kantor kargo tersebut di Bandarjaya, Lampung Tengah. Lantas, BNNP berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Polres Lampung Tengah untuk melakukan penyelidikan.

Kemudian pada 9 Agustus 2020 sore,  aparat menangkap Kepala Kampung Adi Kurniawan di pelataran Masjid Al Ikhlas, Gunungsugih, Lampung Tengah. “AK (Andri Kurniawan) kami tangkap ketika hendak mengambil paket tersebut,” ujarnya, Kamis, 13 Agustus 2020.

Ternyata, Andri mendapat perintah mengambil barang haram tersebut dari Andriyanto. BNNP kemudian menangkap Andriyanto di kediamannya. “Kedua pelaku tersebut sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Sementara satu orang lainnya bernama Hasan masih berstatus sebagai terperiksa. Saat ditangkap, ia mengemudikan kendaraan yang ditumpangi Adi Kurniawan.

“Sampai hari ini, H belum bisa menyatakan statusnya sebagai tersangka, kami masih punya waktu tiga hari lagi (3 x24 jam x2).

I Wayan menambahkan barang haram tersebut berasal dari Pekanbaru, Riau, dan dipesan AK. Peran Andriyanto, yakni menjadi penghubung AK dengan pemilik barang di Pekanbaru. “Dia (oknum aparat), perannya broker, pembelinya kepala Kampung, mau diedarkan di Lampung,” papar alumnus Akabri 1988 itu.

Dari pemeriksaan sementara, Andriyanto baru satu kali menjadi broker atau jaringan peredaran narkoba, namun hal tersebut masih didalami BNN. “Sementara ini, bukan jaringan baru, kita baru mendeteksi, ini kebetulan apes aja,” katanya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati. (LP)

Share