Studi Sebut Banyak Pasien Corona Makan di Restoran Sebelum Terinfeksi

Ilustrasi Makan Makan 169

Jakarta – Studi terbaru yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, menunjukkan orang dewasa yang terinfeksi virus Corona COVID-19 dua kali lebih mungkin pernah makan di restoran dalam 14 hari terakhir sebelum keluhkan sakit.

“Selain makan di restoran, pasien juga dilaporkan pergi ke bar atau kedai kopi,” tulis peneliti tersebut.

Hasil ini didapatkan setelah CDC menganalisis sebanyak 314 orang dewasa yang dites COVID-19 pada Juli lalu karena mereka memiliki gejala. Hasil tes menunjukkan sekitar 154 dinyatakan positif dan 160 negatif COVID-19. Pasien ditanyai apa aktivitas mereka sebelum terinfeksi, seperti makan di restoran, nongkrong di bar, atau pergi ke pusat kebugaran.

Peneliti menemukan bahwa sekitar 71 persen orang positif Corona dan 74 persen orang negatif karena selalu menggunakan masker. Sebanyak 42 persen orang yang positif melaporkan pernah kontak dekat dengan orang yang yang lebih dulu positif COVID-19, dibandingkan dengan 14 persen orang yang negatif. Sebagian besar kontak dekat dengan anggota keluarga sekitar 51 persen.

Temuan menarik lainnya adalah orang yang dites positif menunjukkan lebih mungkin makan di restoran dalam dua minggu terakhir sebelum mereka merasa sakit.

“Paparan di restoran telah dikaitkan dengan sirkulasi udara. Arah, ventilasi, dan intensitas aliran udara dapat memengaruhi penularan virus Corona, bahkan jika tindakan jarak sosial dan penggunaan masker diterapkan sesuai dengan pedoman saat ini,” tulis para peneliti, dikutip dari laman CNN.

Menurut peneliti, paparan terjadi di restoran lantaran masker tidak dipakai secara efektif saat makan dan minum. Berbeda dengan berbelanja dan aktivitas dalam ruangan lain yang tetap bisa untuk memakai masker.

Bagaimana pencegahannya?

Daripada makan langsung di restoran, disarankan untuk memilih metode pesan-antar untuk meminimalkan paparan terhadap virus Corona. CDC juga mengeluarkan pedoman makan berdasarkan risiko yang ada.

Risiko terendah: Layanan makanan terbatas pada drive-through, pengiriman, pengantaran, dan penjemputan di pinggir jalan.

Lebih banyak risiko: Makan di tempat terbatas dengan tempat duduk di luar ruangan. Kapasitas tempat duduk dikurangi dan ditempatkan dengan jarak setidaknya 1,8 meter atau 6 kaki.

Risiko yang lebih besar: Makan di tempat dengan tempat duduk dalam dan luar ruangan. Kapasitas tempat duduk dikurangi dengan jarak terpisah setidaknya 1,8 meter.

Risiko tertinggi: Makan di tempat dengan tempat duduk di dalam dan luar ruangan. Kapasitas tempat duduk tidak berkurang dan meja tidak berjarak setidaknya 1,8 meter. (Dtk)

Share