Tak Tahu Cara Panaskan Makanan, Millennial Paling Banyak Buang Makanan

Millennial Paling Banyak Buang Makanan

Jakarta – Menurut penelitian terbaru ternyata kaum millennial paling banyak buang makanan karena mereka tidak tahu cara panaskan makanan.

Lewat poling yang dilakukan perusahaan peralatan makanan Pyrex di Amerika, para peneliti menemukan bahwa ada 633 porsi makanan yang dibuang oleh kaum millennial dalam waktu satu tahun.

Menurut beberapa millennial yang ikut dalam poling tersebut mereka mengatakan lebih memilih membuang makanan ke tempat sampah dibandingkan menghangatkannya. Meski mereka sadar sudah membuang makanan begitu saja.

Dilansir dari Daily Mail UK (30/06), para peneliti juga menemukan bahwa ada lebih dari 700 kg makanan yang dibuang oleh millennial ke tempat sampah.

Salah satu makanan yang paling banyak dibuang millennial ada spaghetti bolognese, chicken tikka masala, burger, fish and chips dan lainnya.

Penelitian ini melibatkan 2000 millennial di Inggris yang berusia dari 18-34 tahun. Hasilnya kelompok usia ini membuang makanan tiga kali lebih banyak dibandingkan orang-orang yang berusia di atas 34 tahun. Di mana orang tua rata-rata hanya membuang 186 porsi makanan dalam waktu satu tahun.

Hampir seluruh millennial (23%) yang ikut dalam poling mengaku mereka tak tahu bagaimana cara menghangatkan atau memanaskan kembali dan memakan makanan sisa. Sebagai perbandingannya, hanya ada 6% orang tua berusia di atas 55 tahun yang tidak tahu cara menghangatkan makanan.

Sementara 18% millennial lainnya lebih memilih makan di luar atau di restoran dibandingkan menyantap makanan yang ada di rumah. Berbeda dengan orang tua yang lebih suka makan di rumah.

Banyak juga millennial (21%) yang mengaku bahwa mereka menciptakan banyak sampah makanan karena mereka bosan dengan makanan yang mereka punya di rumah. Setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata ada alasan tersendiri mengapa millennial paling banyak membuang makanan.

Alasan utama mengapa mereka membuang makanan sisa karena mereka takut makanan itu sudah basi dan bisa meracuni mereka.

“Penemuan ini merupakan gambaran dari kehidupan kaum millennial yang serba cepat dan kadang tak terduga,” jelas Alexandra Blyth selaku perwakilan dari Pyrex.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa pekerjaan kaum millennial dan kehidupan sosial mereka memaksa mereka untuk menemukan pilihan cepat tentang makanan. Meski mereka memiliki banyak stok makanan di rumah,” lanjut Alexandra.

“Karena mereka biasanya orang-orang sibuk jadi pengalaman mereka untuk mendapatkan makanan secara mudah bisa membuat semakin banyak makanan yang dibuang,” pungkas Alexandra.

Berbeda dengan kaum millennial yang suka membuang makanan, pasangan ini justru memilih untuk makan ‘sampah’ atau makanan sisa demi menghemat pengeluaran mereka setiap bulannya. (Dtk)

Share