Taman Agrowisata Kebun Melon Unila Ramai Pengunjung

Ramai Pengunjung Taman Agrowisata Kebun Melon Unila

Sari Rogo selaku pihak rekanan Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila. 

Bandar Lampung – Taman Agrowisata Kebun Melon Universitas Lampung (Unila) ramai dikunjungi pengunjung dari berbagai wilayah untuk berwisata memetik buah langsung dari pohon atau hanya sekadar berswafoto.

Sari Rogo selaku pihak rekanan Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila mengatakan pada Sabtu dan Minggu atau weekend, Taman Agrowisata Unila dikunjungi seribuan pengunjung. Sari Rogo mengatakan pihaknya menerapkan protokol kesehatan di lokasi agrowisata.

“Kalau Sabtu dan Minggu sangat ramai bisa delapan ratus sampai seribu pengunjung yang datang. Mulai dari yang hanya berfoto hingga memetik sendiri buah melon. Namun, didampingi oleh petugas,” ujarnya kepada Lampost.co, Minggu, 6 September 2020.

Ia menambahkan pengunjung dapat menikmati keindahan kebun melon dan berswafoto serta merasakan langsung sensasi memetik berbagai jenis buah melon yakni jenis sky, rock, golden, dan titanium.

Dia mengatakan harga melon yang ditawarkan berkisar dari Rp10.000 sampai dengan Rp25.000 per kilo, tergantung jenis dan ukuran. Untuk standar buah melon Agrowisata Unila mulai dari penanaman hingga pemetikan 55 hari sudah bisa di panen.

Dia mengatakan pupuk yang digunakan pihak BPU yaitu pupuk kandang berupa kotoran hewan jenis kambing, dengan ditambah sedikit phospate.

“Kami lebih dominan ke pupuk kandang, yaitu kotoran kambing,” ujarnya.

Sementara itu, Hanisa, mahasiswa Unila Fakultas Pertanian selaku petugas Agrowisata Unila mengatakan ia bersama teman PKL berjumlah sepuluh orang bertugas melakukan pendampingan kepada pengunjung dengan pembagian dua shif pada hari biasa.

“Kalau hari weekend kami langsung sepuluh orang bertugas, karena pasti ramai di hari tersebut. Maka dari itu kami langsung sekaligus berbagi tugas, pintu masuk dan menjadi target jika ada yang ingin memetik buah,” ujarnya. (LP)

Share