Target Liverpool Ismaila Sarr: Semua Pemain Akan Senang Main Di Sana

Ismaila Sarr Watford Liverpool Crest 1pnc6k0ifm4qw1upuo2fmpxo4m

Liverpool, etalaseinfo.com – Target Liverpool Ismaila Sarr menyebut semua pemain akan senang bermain untuk tim arahan Jurgen Klopp – namun sekarang dia memilih untuk menghormati kontraknya di Watford sekali pun harus bermain di Liga Championship musim depan.

Sarri telah lama dikaitkan dengan kepindahan dari Watford setelah klubnya itu terdegradasi dari Liga Primer Inggris musim 2019/20, dengan London Evening Standard melaporkan bahwa pihak klub meminta tebusan di angka 40 juta poundsterling untuk pemainnya tersebut.

Liverpool disebut menjadi yang tedepan dalam pengejaran bakat 22 tahun itu setelah yang bersangkutan tampil gemilang ketika mengalahkan The Reds lewat skor 3-0 pada Februari kemarin.

Sarr dikenal sebagai teman dekat Sadio Mane yang merupakan rekan senegaranya, dan dia ditanya soal ketertarikan Liverpool oleh media negaranya Sans Limites.

“Liverpool adalah tim yang sangat hebat, semua pemain akan senang untuk bermain di sana,” kata Sarr.

“Mereka menjuarai Liga Primer tahun ini dan Liga Champions tahun lalu. Namun di luar sana ada banyak tim hebat di liga Inggris.

“Sejujurnya, saya belum membuat pilihan. Jika saya hengkang, saya hanya berharap itu yang terbaik untuk tim. Untuk saat ini, itu hanya mengira-ngira.”

Sarr juga menjelaskan bahwa dia tidak terburu-buru untuk meninggalkan Vicarage Road, dan bakal bermain di divisi dua jika tidak ada klub yang sanggup memenuhi permintaan harga seperti yang diminta.

“Saya masih punya banyak tahun tersisa di kontrak saya bersama Watford; empat tahun lagi,” lanjutnya.

“Jika Watford ingin saya bertahan, saya akan bermain di Championship. Kepergian tergantung pada mereka, juga saya. Ini normal.

“Secara pribadi, terdegradasinya kami sangat melukai saya. Saya tidak berpikir kami akan mengalami itu. Saya bilang kepada diri sendiri bahwa kami harus melakukan segalanya untuk tidak turun ke Championship.

“Kami melakukan yang terbaik untuk mencegah situasi itu namun Anda harus tahu bahwa degradasinya kami bukanlah hasil dari performa kami di akhir musim.

“Selama menjalani musim, kami kalah di pertandingan yang mudah untuk dimenangkan. Kami sering gagal di kandang.

“Sebagai contoh, melawan Everton kami sempat memimpin 2-0 dan berakhir bermain imbang 2-2. [Degradasi] itu bukan karena pertandingan melawan Arsenal, West Ham atau Southampton [di pengujung musim], namun jauh sebelum itu.” (Goal)

Share