Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Bar di Spanyol Ditutup

Warga Spanyol hadapi gelombang kedua covid-19.

Madrid – Penghitungan kumulatif infeksi virus korona di Spanyol naik lebih dari 13.300 pada Kamis 15 Oktober 2020. Angka harian itu menambah kasus positif covid-19 di Spanyol menjadi 921.374 jiwa.
 
Angka penularan ini membuat wilayah Catalonia bersiap untuk menutup bar dan restoran untuk mencegah penyebaran wabah.
 
Data dari Kementerian Kesehatan Spanyol, yang mencakup kasus baru dan kematian dalam 24 jam terakhir dan menambah jumlah secara surut, menunjukkan jumlah kematian meningkat 140 dalam satu hari menjadikan angka total pada 33.553.

Namun, jumlah infeksi harian di hotspot pandemi di Eropa Barat telah turun dari puncak lebih dari 16.000 pada 18 September, menurut grafik kementerian kesehatan.
 
“Spanyol sedang stabil, tetapi perbedaan teritorial itu penting. Kami tidak boleh lengah. Di wilayah mana pun kami tidak memiliki indikator insiden yang kami inginkan,” kata koordinator darurat kesehatan Fernando Simon dalam penjelasan singkatnya, seperti dikutip AFP, Jumat 16 Oktober 2020.
 
Catalonia, yang termasuk kota terbesar kedua di Spanyol, Barcelona, ??telah memerintahkan penutupan bar dan restoran selama 15 hari untuk mencoba mengekang lonjakan kasus virus korona. Pengadilan tertinggi di kawasan itu pada Kamis memberikan persetujuan untuk pembatasan baru mulai Jumat pagi pukul 1.00 waktu setempat.
 
Namun ketentuan ini tidak sepenuhnya diterima. Pekerja sektor perhotelan telah menyerukan unjuk rasa pada Jumat.
 
Ibu kota Madrid dan pinggiran kota di dekatnya ditutup sebagian minggu lalu, dan penduduk khawatir tindakan drastis lebih lanjut akan mematikan ekonomi.
 
“Ekonomi akan mundur,” kata pekerja kesehatan Victoria Maria mengungkapkan ketakutannya terhadap tindakan yang lebih ketat.
 
“Mereka harus mengevaluasi dan mencari solusi bagi kita semua karena jika tidak kita akan hancur, tidak hanya dari segi kesehatan tetapi juga secara ekonomi,” pungkasnya. (LP)

Bagikan