Terkait Pengelolaan Limbah, DLH Tubaba Awasi Puskesmas dan Rumah Sakit

Dlh Tubaba Awasi Puskesmas Dan Rumah Sakit Terkait Pengelolaan Limbah

Kepala DLH Kabupaten Tubaba, Amrullah, saat memonitoring pengelolaan limbah medis di rumah sakit swasta wilayah setempat.

Panaragan – Mendapat kabar dugaan pembuangan limbah medis secara ilegal di wilayahnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan memperketat pengawasan pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) terutama limbah B3 medis di seluruh puskesmas dan rumah sakit di wilayah Tubaba.

Kepala DLH Kabupaten Tubaba, Amrullah, mengatakan selain tidak adanya laporan rutin dari pengelola LB3 kepada DLH, pihaknya curiga pemusnahan bahan berbahaya tersebut tidak melalui transporter selaku pihak ketiga. Untuk itu kini secara rutin pihaknya akan berkeliling ke seluruh puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Tubaba untuk memonitor langsung pengelolaan limbah medis.

“DLH langsung memantau tempat penyimpanan limbah-limbah medis ini. Karena disinyalir ada beberapa tempat pengelolaan limbah medis ini yang dibakar,” kata Amrullah, usai memonitoring di salah satu rumah sakit swasta di Tumijajar, Kamis, 10 September 2020.

Proses pengelolaan limbah B3 medis yang diawasi menurutnya mulai dari ruang tindakan sampai pada Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 yang kemudian diangkut oleh transporter selaku pihak ketiga.

Dia menambahkan bahwa prosedur pengelolaan dan persyaratan teknis TPS limbah B3 medis sudah cukup jelas diatur dalam Peraturan Menteri LHK No. P56 Tahun 2015 dan juga pada Permenkes No. 7 Tahun 2019, sehingga petugas kesehatan lingkungan masing-masing fasilitas kesehatan masyarakat bisa mempelajari dan mempedomani peraturan itu.

“Kami mengimbau kepada pengelola limbah ini mematuhi aturan yakni bekerja sama dengan peruahaan perusahaan resmi agar tidak mencemari lingkungan dan menjadi penyebar penyakit menular,” ujarnya.

Harapannya, lanjut dia, Kabupaten Tubaba sudah terbebas dari permasalahan limbah B3 medis dan zero waste untuk permasalahan sampah dengan target 30% pengurangan sampah dan 70% penanganan sampah sesuai dengan kebijakan strategi daerah. (LP)

Share