Transportasi Kereta Api Aman Selama Pandemi COVID-19

Screenshot 98

Bandarlampung – Vice Presiden Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus mengatakan, kereta api bukanlah tempat yang paling rentan dalam penularan COVID-19. Transportasi kereta api merupakan moda yang aman untuk melakukan perjalanan karena adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Berdasarkan hasil kajian para ahli, kereta api merupakan moda yang aman digunakan selama pandemi, karena telah menerapkan protokol yang ketat,” ujar Joni Martinus, melalui keterangan pers yang diterima di Bandarlampung, Rabu.

Menurutnya, hasil penelitian di Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa tidak ada penemuan kluster COVID-19 di transportasi publik.

Jurnal yang diterbitkan Universitas Oxford juga mengatakan, penyebaran COVID-19 pada pelanggan kereta api dapat dicegah dengan menerapkan berbagai protokol pencegahan.

Selain itu, transportasi umum tidak menjadi sumber infeksi jika pelanggan mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker, physical distancing, dan mencuci tangan, serta memberikan perlindungan khusus untuk petugas frontliner.

Ia mengatakan, seluruh penelitian tersebut selaras dengan yang telah KAI lakukan, karena KAI secara disiplin telah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar gugus tugas nasional.

Setiap pelanggan KA jarak jauh harus menyertakan surat keterangan bebas COVID-19, pelanggan yang akan naik KA juga harus dalam keadaan sehat. Pelanggan wajib menggunakan masker dan menjaga jarak saat di stasiun dan selama perjalanan. Selain itu, KAI menyediakan wastafel portabel dan hand sanitizer di titik-titik strategis stasiun dan kereta api untuk menjaga agar pelanggan tetap higienis.

“Kami pun mengikuti rekomendasi dari gugus tugas nasional untuk penggunaan face shield sebagai perlindungan tambahan. Face shield kami berikan secara cuma-cuma bagi pelanggan KA Jarak Jauh,” kata Joni. (Ant)

Share