Uniknya Berselancar di Pantai Dingin Skandinavia

Klitmoller – Orang Eropa tak dapat menikmati pantai tropis Hawaii karena Corona. Sebagai gantinya mereka liburan di Pantai Hawaii Dingin di Denmark.

Jika berbincang mengenai negara Skandinavia, pasti traveler langsung berpikir tentang udara dingin dan salju yang menutupi daratan Eropa Utara itu. Namun jangan salah, di sana juga terdapat pantai yang mirip di Hawaii lho. Pantai ini bahkan dijuluki sebagai Cold Hawaii atau Hawaii Dingin.

Dilansir dari AFP, Minggu (25/10/2020) pada liburan musim panas kali ini, orang-orang Denmark mendatangi pantai tersebut untuk berselancar. Pantai itu terletak di dekat Kota Klitmoller.

Kota Klitmoller sendiri merupakan kota berpenduduk 1.000 jiwa yang awalnya tak diperuntukkan untuk tujuan selancar. Kota ini bahkan tidak memiliki tradisi selancar karena letak geografisnya yang tak mendukung kegiatan itu.

Pantai ini memang tidak dipenuhi pohon kelapa layaknya di negara tropis. Namun udaranya tetap sejuk dan tak terlalu dingin. Garis pantainya juga terjal sehingga wisatawan dapat merasakan ombak yang dapat digunakan untuk berselancar meskipun tak sesempurna pantai di negara tropis.

“COVID-19 telah benar-benar membuat ledakan (pengunjung) besar,”kata penduduk setempat, Mor Meluka.

“Peselancar dari Denmark dan negara sekitarnya biasanya liburan ke luar negeri tetapi sekarang karena mereka tak bisa pergi kemanapun, kami akhirnya kedatangan tamu lebih banyak dari biasanya,” ujarnya.

Mor Meluka yang juga memiliki sekolah selancar itu sampai mempekerjakan 15 instruktur saat musim panas tahun ini untuk melayani wisatawan yang ingin belajar selancar.

“Anda tidak benar-benar tahu ombak seperti apa yang akan Anda terima. Ombaknya selalu berbeda. Jika Anda pergi ke tempat berselancar yang sempurna seperti Bali atau Tahiti, Anda tahu persis bagaimana ombak akan pecah. Di sini ombak berubah sepanjang waktu,” jelasnya.

Lokasi Pantai Hawaii Dingin mulanya hanyalah desa nelayan. Namun peselancar mulai berdatangan pada tahun 1990-an. Saat ini masyarakat setempat curiga dengan aktivitas yang belum pernah mereka lihat itu.

“Itu hal baru untuk masyarakat lokal. Nelayan harus berbagi wilayah laut,” ujarnya.

“Akan tetapi peselancar dengan papannya sebenarnya tak membutuhkan ruang yang luas,” ia melanjutkan.

Bagikan