Unila Gelar Kuliah Umum Kesehatan Hutan

Unila Gelar Kuliah Umum Kesehatan Hutan

Bandar Lampung – Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) menggelar kuliah umum tentang kesehatan hutan, Selasa, 25 Agustus 2020. Kegiatan yang dilaksanakan dalam 10 seri tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi dari berbagai ilmu pentingnya kesehatan hutan dalam rangka pengelolaan hutan berkelanjutan.

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Pertanian Unila, Irwan Sukri Banuwa menyampaikan bahwa hutan lestari masyarakat sejahtera harus diimplementasikan. Hal itu dilakukan agar kualitas maupun kuantitas hutan itu harus sehat. 

“Tiga pilar yang sangat penting didalam mengelola hutan yaitu ekologi, ekonomi dan sosial. Ketiga pilar tersebut harus berjalan agar kelestarian hutan terjaga,” ungkapnya.

Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber antara lain DEA Peneliti Senior SEAMEO BIOTROP, Supriyanto; Tim Analis Kesehatan Pohon Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, Mujahidin; dan Pengajar Mata Kuliah Kesehatan Hutan, Rahmat Safe’i.

Supriyanto menyampaikan materi dengan judul Penggunaan Forest Health Monitoring (FHM) dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan. Dalam penyampaian materi tersebut beliau menyampaikan bahwa pengelolaan hutan secara berkelanjutan atau lestari, merupakan suatu kebutuhan. 

“FHM dapat diterapkan di semua sistem silvikultur untuk mendapatkan data dan informasi yang dapat dipercaya untuk pengelola dalam mengambil keputusan managemen dalam pengelolaan hutan berkelanjutan,” jelasnya.

Kemudian, Mujahidin menyampaikan materi dengan judul “Manajemen Pohon Berisiko: Penanganan Kerusakan Pohon Menggunakan Alat Sonic Tomograph”. Beliau menyampaikan bahwa monitoring kesehatan pohon sangat penting untuk mengevaluasi kondisi terutama kerusakan yang terjadi pada pohon.

“Hasil evaluasi juga dapat menjadi rekomendasi untuk mengambil keputusan dan menentukan kebijakan dalam penanganan pohon beresiko, serta sebagai upaya mitigasi bahaya pohon yang berisiko mengancam keselamatan manusia,” ujarnya.

Adapun pembicara terakhir dalam kegiatan kuliah umum ini disampaikan oleh Rahmat Safe’i dengan judul “SIPUT dan SIMANTAN: Penggunaan Sistem Informasi sebagai Instrument Pengelolaan Hutan”. Beliau menyampaikan bahwa penggunaan sistem informasi sebagai instrument pengelolaan hutan dapat digunakan.

Kuliah Umum Kesehatan Hutan ini diharapkan mampu menjadi media forum transfer informasi, ilmu dan pengalaman yang akan dibagikan kepada seluruh peserta kuliah umum, untuk menjadi bekal mewujudkan pengelolaan hutan berkelanjutan.  Oleh karena itu, Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan dalam sektor kehutanan sebagai langkah dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Salah satunya dengan mengadakan kuliah umum ini.

 “Kuliah umum ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kesadaran semua pihak agar dapat mengimplementasikan metode FHM untuk kelestarian hutan sehingga didapatkan keputusan manajemen pengelolaan hutan yang diperlukan” ujar Sekertaris Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila, Susni Herwanti. (LP)

Share