Usai Sketsa 2 Pelaku Penembakan Bos Pelayaran Disebarkan

Polres Metro Jakarta Utara Merilisi Wajah Terduga Penembak Pengusaha Di Kelapa Gading Dok Polres Jakut 169

Jakarta – Polisi telah merampungkan sketsa terduga pelaku penembakan yang menewaskan pengusaha pelayaran, Sudianto (51) di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Demi membuat kasus terang benderang, polisi juga telah memeriksa 13 saksi, mulai dari pedagang hingga juru parkir yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi menyebut pelaku sudah mengintai kehadiran korban. Pelaku menunggu lama untuk melancarkan aksinya.

“Kami kumpulkan keterangan saksi dan dipadukan dengan scientific crime investigation melalui rekaman CCTV untuk kami cocokkan dengan ciri pelaku yang diduga melakukan penembakan dan membantu peristiwa penembakan tersebut,” kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di Mapolres Jakarta Utara, Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Budhi kemudian mengatakan pelaku yang berperan sebagai eksekutor merupakan laki-laki berusia sekitar 35 tahun. Saat mengeksekusi korban, pelaku mengenakan topi dan masker.

“Pelaku pertama adalah yang eksekutor, seorang laki-laki dengan usai 35 tahun, kulit sawo matang dan berperawakan agak kurus dengan tinggi 160 cm. Pada saat kejadian, yang bersangkutan menggunakan topi dan masker,” ungkap Budhi.

Budhi melanjutkan, pelaku kedua juga merupakan laki-laki dengan taksiran usia 45 tahun. Budhi menjelaskan pelaku kedua tersebut berperan menunggu korban di sekitar lokasi dengan menggunakan sepeda motor warna hitam.

“Pelaku kedua ini yang membantu dan menunggu eksekutor dengan menggunakan sepeda motor warna hitam. Dia laki-laki juga usia 45 tahun, kulit hitam, perawakan agak gemuk, tinggi 170 cm, dan rambut ikal,” ungkap Budhi.

Budhi mengharapkan bantuan dari masyarakat untuk menginformasikan keberadaan pelaku. Budhi pun menyebarkan nomor ponsel yang dapat dihubungi manakala warga melihat pria dengan ciri-ciri yang telah dia sebutkan.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat yang mengetahui ciri-ciri pelaku silakan menghubungi hotline kami di 08118569696. Mohon bantuan dan kerja sama apabila mendapati informasi dari pelaku tersebut,” ucap Budhi.

Budhi mengaku penyidik masih belum mengantongi motif penembakan maut ini. Budhi kemudian menyinggung status korban yang merupakan pengusaha. Menurutnya tak menutup kemungkinan motif pembunuhan adalah soal bisnis.

“Jadi semua kemungkinan yang terjadi dengan peristiwa penembakan tersebut sedang kami dalami dan evaluasi. Karena, selain korban ini punya keluarga, korban pengusaha yang tentunya punya relasi-relasi dan kawan-kawan. Bahkan juga mungkin punya orang-orang yang tidak suka dengan dia,” papar Budhi.

Budhi kemudian menyampaikan salah satu saksi menginformasikan soal terduga pelaku yang telah lama mengintai korban di sekitar TKP. Saksi tersebut, kata Budi, mengaku sesaat sebelum penembakan melihat pelaku dan rekannya yang sedang menunggu.

“Jadi kebetulan ada saksi yang mengetahui bahwa dua orang ini memang sudah cukup lama menunggu di seputaran TKP sebelum kejadian terjadi. Ada saksi yang menjelaskan bahwa betul kalau orang yang diduga melakukan penembakan dan membantunya adalah yang tadi sebelumnya bertemu dan berada di sekitar lokasi,” ungkap Budhi.

Budhi menerangkan dalam kasus ini Bareskrim Polri serta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya turut membantu pihaknya memburu pelaku.

“Semua akan kami jadikan evaluasi dan pendalaman dari tim kami. Karena tim ini gabungan dari Bareskrim Polri, Ditkrimum Polda Metro Jaya, polres dan polsek, dan tim ini sudah dibagi ke dalam subtim, untuk melakukan pendalaman terhadap semua informasi yang kami terima,” jelas dia.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hardicaksono menimpali, pihaknya masih mendalami informasi salah seorang saksi tersebut. Wirdhanto mengaku penyidik sat ini fokus mengidentifikasi pelaku dan mendalami informasi dari salah satu saksi soal pelaku yang mengintai korban.

“Semua saksi kita periksa, makanya prinsipnya adalah kita sekarang masih dalam fokus mengidentifikasi pelaku. Bicara soal benar-nggaknya, itu (pelaku intai korban sejak lama) kita dalami,” ujar Wirdhanto.

Pada kesempatan berbeda. Polda Metro Jaya menyebut ada lima tembakan yang mengenai tubuh korban. Pihak Polda Metro Jaya juga masih mencari tahu jenis senjata api yang digunakan pelaku saat memberondong korban.

“Ada 5 tembakan yang kena korban, 3 di dada 1 tembus, 2 di muka 1 tembus. (Jenis senjata api) ini masih didalami, yang berhak berbicara adalah orang yang ahli bidang persenjataan. Ini masih kita serahkan ke Puslabfor. Ini masih diteliti Puslabfor, senjata apa sih ini, biasa digunakan di mana,” pungkas Yusri di Mapolda Metro Jaya.

Sebagaimana diketahui, penembakan maut itu terjadi di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis, 13 Agustus 2020, sekitar pukul 12.00 WIB. Korban ditembak saat hendak pulang ke rumah ke rumahnya untuk makan siang.

Saat sedang berjalan kaki, korban Sudianto tiba-tiba ditembak dari belakang. (Dtk)

Share