Vespa Mania Akan Berjuang Wujudkan ‘Bandar Lampung Baru’

Img 20200629 Wa0070 1

Bakal calon wali kota Bandarlampung Rycko Menoza berkeliling kota bersama komunitas vespa mania. 

Bandarlampung – Bakal calon wali kota Bandarlampung Rycko Menoza SZP menjadi anggota kehormatan Vespa Mania di Kota Bandarlampung, karena dianggap sebagai sosok yang peduli kepada pecinta motor klasik ini.

“Bang Rycko menjadi orang yang pertama kali peduli dengan para vespa mania di Bandarlampung. Kami bertekad mewujudkan ‘Bandarlampung Baru’,” kata Koordinator Vespa Mania Syech Hud Ismail saat acara keliling Bandarlampung bersama Rycko Menoza SZP, di Bandarlampung, Minggu (28/6).

Menurutnya, Rycko adalah sosok yang tepat untuk menjadi pemimpin Bandarlampung selanjutnya, dengan harapan dapat menampung aspirasi dan memfasilitasi kegiatan para scooter tersebut.

Selama ini, lanjutnya, tidak ada sosok yang mengayomi, peduli akan keberadaan vespa mania termasuk pemerintah kota saat ini. Padahal jika diberdayakan para milenial ini dapat berperan aktif dalam pembangunan.

“Kami kecewa, mau audensi dan mengadakan kegiatan-kegiatan saja susah,” kata dia.

Karena itu, kata dia, para vespa mania mendukung dan akan ikut berjuang bersama Rycko Menoza mewujudkan ‘Bandarlampung Baru’ agar Kota Bandarlampung lebih baik lagi.

Menurutnya, masih banyak permasalahan di Bandarlampung yang harus dibenahi seperti permasalahan sampah, banjir dan minimnya fasilitas publik untuk kegiatan kaum milenial seperti ruang terbuka hijau.

Rycko Menoza SZP mengatakan acara ini untuk mengisi hari libur dengan kegiatan-kegiatan positif, setelah Kapolri mencabut maklumat larangan kerumunan masyarakat karena pandemi COVID-19.

Acara ini, kata dia, berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan safety riding selama acara tersebut berlangsung.

Ia mengatakan, memang saat ini dirinya akan ikut berkompetisi dalam pilwakot dengan niat ingin membuat Kota Bandarlampung lebih maju, nyaman, dan modern.

Menurutnya, masih banyak hal yang harus dibenahi di Bandarlampung, seperti masalah banjir, sampah, masalah tata kota dan pemerataan pembangunan.

Menurutnya, pemerataan pembangunan di Bandarlampung perlu dilakukan, karena masih banyak daerah pinggiran kota yang belum tersentuh pembangunan.

“Kami tidak alergi dengan fly over, tetapi bukan satu-satunya infrastruktur untuk mengatasi kemacetan,” kata Rycko.

Sementara itu, Rycko Menoza SZP bersama vespa mania berkendara berkeliling melewati jalan-jalan protokol di Kota Bandarlampung.

Ratusan vespa mania mengawali start dari depan Mahan Agung Jalan dr Susilo dan berakhir di Taman Kartini, Boemi Kedaton Resort. 

Acara diakhiri dengan bincang-bincang santai dan menikmati kopi antara para vespa mania dengan Rycko Menoza di taman tersebut. (Ant)

Share