WALHI Teliti Limbah Yang Mencemari Pantai Lampung Timur

Img 20200821 Wa0015

Pengunjung di antara limbah hitam seperti ter aspal yang mengotori objek wisata Pantai Kerang Mas di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (22/8). Sejak Kamis (20/8), limbah hitam seperti ter aspal ini mengotori pantai Lampung Timur dan belum diketahui asal limbah ini. 

Lampung Timur – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung turun ke pantai Lampung Timur, dalam rangka meneliti limbah yang mencemari perairan pantai setempat. 

“Hari ini (Minggu) tim kita  ke lokasi untuk mengecek,” ujar Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri dihubungi dari Lampung Timur, Minggu (23/8).

Dia mengatakan, hasil penelitian oleh WALHI, nantinya disampaikan kepada publik dan pihaknya segera mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung cepat menanganinya. 

Ia mengatakan, bahwa pencemaran limbah hitam yang terjadi di pesisir pantai Lampung Timur hampir serupa dengan peristiwa pencemaran yang terjadi di Pesisir Pulau Pari, Kepulauan Seribu, belum lama ini. 

Di Pesisir Pulau Seribu, terjadi tumpahan diduga minyak mentah.

“Kejadian yang sama ada di Pulau Pari, tapi kami belum bisa menyimpulkan sumber pencemarannya di pesisir Lampung Timur apakah dari sumber yang sama,” ujarnya. 

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Timur menyebut polutan yang mengotori pantai Labuhan Maringgai Lampung Timur adalah Limbah B3, bahan beracun dan berbahaya.

“Fakta di lapangan, limbah polutan ini jenis LB3, LB3 ini Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun,” kata Kepala Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup Lampung Timur Wahyu Utama saat meninjau limbah yang mengotori Pantai Lampung Timur, Sabtu (22/8) kemarin.

Wahyu Utama menjelaskan, polutan LB3 dalam pengelolaanya perlu penanganan khusus.

Polutan LB3, punya dampak berbahaya terhadap ekosistem lingkungan dan manusia jika tidak dikelola secara baik.

Sehubungan itu, Wahyu mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap limbah tersebut.

“Saya sarankan kepada masyarakat, polutan ini yang kita duga jenis LB3 jangan dikubur dan dibakar tapi dikumpulkan saja di suatu tempat, nanti kami kelola limbah B3 tersebut,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan asal limbah tersebut, karena investigasi sedang berjalan.

“Sementara kita belum bisa pastikan, karena baru akan di Investigasi dan kita laporkan kepada pemerintah provinsi dan pusat, mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Tapi dia mengingatkan, jika limbah B3 itu dibuang dengan sengaja, ada ancaman pidana bagi pelakunya.

“Ada pasal yang mengaturnya, UU no 32 tahun 2009 terkait Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup, akan ada sanksi pidana, administratif dan denda,” jelasnya.

Sebelumnya diwartakan, sejak Kamis (20/8) limbah berwarna hitam seperti ter aspal mengotori kawasan pantai Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur.

Limbah tersebut yang terbawa ombak laut menumpuk pada kawasan pasir pantai.

Wilayah pantai yang terimbas di antaranya Pantai Desa Muara Gading Mas, pantai Desa Margasari, Pantai Desa Bandar Negeri, Pantai Desa Karya Makmur. 

Sejumlah instansi seperti DLH Lampung Timur, Dinas Kelautan Lampung Timur, Forkopincam Labuhan Maringgai pun telah turun ke lokasi pada Sabtu kemarin  untuk mengambil tindakan sementara yang dianggap perlu. (Ant)

Share