Warga Bandarlampung Menggelar Pawai Keliling Untuk Peringati Maulid Nabi

0
2
Warga Bandarlampung peringati Maulid Nabi Muhammad 1441 Hijriah dengan pawai keliling, Jumat (9/11/2109) malam.

Bandarlampung – Dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW warga Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota Bandarlampung menggelar pawai keliling kota.

Berdasarkan pantauan di Lokasi, Jumat (8/11) malam, warga Kecamatan TBS yang terdiri dari anak-anak, muda-mudi dan orang dewasa tersebut, begitu antusias dalam mengikuti pawai tersebut.

Pada pawai itu juga masyarakat sekitar membuat duplikat Ka’bah, gajah, dan onta sebagai simbol-simbol bulan dan tempat di mana Nabi Muhammad dilahirkan.

Tidak hanya obor yang digunakan oleh peserta pawai, namun panitia juga menggunakan sampah bekas botol plastik yang di dalamnya ditaruh lampu LED sehingga suasana pawai menjadi lebih hidup dan meriah dengan warna-warni dari botol yang diberi lampu tersebut.

“Acara pawai ini dilaksanakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang ke 1441 Hijriah,” kata Panitia Pelaksana Pawai, Lukman, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan, pawai ini juga digelar agar masyarakat khususnya anak-anak dapat mengenal lebih dekat Baginda Muhammad SAW baik itu perilaku, sikap dan juga perjuangannya.

“Tema dari pawai ini sendiri ayah ibu ajarkan kami mengenal Nabi,” jelasnya.

Sementara itu, pimpinan pondok Riyadhus Sholihin, Ismail Zulkarnain mengatakan, Maulid Nabi ini bukan hanya sekedar perayaan setahun sekali, namun masyarakat harus mengambil pembelajaran bagaimana Rasulullah mengajarkan agama ini dan membawa dunia dari zaman kegelapan ke zaman terang benderang.

“Kanjeng Nabi diutus untuk memperbaiki akhlak manusia, sehingga kita diajak mencontoh beliau baik itu tata cara ibadahnya ataupun sikapnya terhadap orang Muslim, sahabat, tamu bahkan yang lain agama,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa, inti dari maulid ini sendiri agar semua manusia dapat meniru akhlak Nabi meskipun sedikit, maka maulid nabi bisa dimaknai agar semua manusia khususnya Muslim dapat mengingat kembali sejarah kenabian dan perjuangan Baginda Nabi dalam membangun Islam.

“Jadi pada bulan Maulud ini kita harus melakukan Marhaban keliling, berikan kabar gembira dan ceramah yang baik-baik tidak memecah belah,” katanya. (Ant)