Warga Protes Pembangunan Sanitasi Ipal Kumunal Nilai Ratusan Juta Tidak Sesuai Juknis

Metro, etalaseinfo.com – Proyek pembangunan sanitasi Ipal kumunal tahun 2019 yang bersumber dari dinas PUPR kota metro sebesar 470.000.000 ( empat ratus tujuh puluh juta rupiah ) di RT 023 / RW 08 kelurahan Ganjar agung, kecamatan metro barat, kota metro, di duga tidak sesuai dengan juknis, pasalnya baru di kerjakan kondisinya sudah mulai rusak.

Dana tersebut di pergunakan untuk membangun 1 unit bak sanitasi Ipal kumunal berukuran lebar 3 m X 10 m kedalaman 2,5 m serta belanja material. Seperti semen,pasir batu belah, batu bata ,besi, bendrat, papan bahan cor, paralon ukuran 4 dan 6 ini serta bak pengontrol, jelas Haryanto kepada awak media di kediamannya.

Menurut sukirto selaku pelaksana pembangunan bahwa Ipal ini menampung kotoran hasil WC maupun limbah untuk 50 rumah warga di RW setempat, sedangkan secara total pekerjaan sudah selesai 100 persen .

Ironisnya pembangunan Ipal tersebut menuai protes warga sekitar di karenakan ada beberapa kejanggalan dalam pekerjaan seperti, pembelian pipa dan bak pengontrol di kondisikan oleh pendamping yang bernama ibud , nilainya 145.000.000,- pembelian semen 400 sak. Tapi kondisi bak pengontrol sekarang sudah retak retak akibat kurangnya semen .

Syarat mutlak Sembelum di bangun Ipal kumunal, panitia harus menyediakan tanah milik warga untuk di hibahkan guna pembangunan tersebut, dan hal tersebut terungkap bahwa pembangunan sudah 100 persen sedangkan surat hibah perlu di pertanyakan secara resmi tentang hibah, mengingatkan pihak yang berketempatan tetap mempertahankan bahwa itu hanya hibah bohong bohongan, dan selamanya tidak bisa untuk di miliki oleh pihak lain, jelas warga.

Masih menurut warga, bahwa bak pengontrol sebagian sudah mulai retak-retak, dan karena galian pemasangan paralon di pinggir badan jalan begitu di lewati mobil badan jalan amblas, akibatnya kuwalitas pekerjaan tersebut terkesan amburadul dan hanya asal asalan.

Salah satu lembaga swadaya masyarakat peduli pemantau pembangunan kota metro, Tedi menjelaskan proyek pembangunan Ipal kumunal di kota metro ada 5 titik dan secara fisik khusus di Ganjar agung hasil pengerjaannya cukup parah dan mulai retak retak khususnya bak pengontrol, dan sangat di sayangkan proyek sekecil itu menghabiskan semen sampai 400 sak namun mutunya gak jelas.

Miris lagi pendamping pembangunan ( ibud) ikut berperan aktif dan ikut campur tangan, terutama belanja pipa dan pembuatan bak pengontrol, jelasnya.

Lembaga swadaya masyarakat, meminta pada dinas terkait terutama penegak hukum untuk mengecek langsung dan memproses sesuai dengan hukum , untuk membuat efek jera bagi panitia pelaksana pembangunan.(Din)

Share