Warga Sabahbalau Pemerkosa Anak Dibawah Umur Dituntut 14 Tahun Penjara

Warga Sabahbalau Pemerkosa Anak Dibawah Umur Dituntut 14 Tahun Penjara

Suasana persidangan kasus pencabulan di PN Kelas IA Tanjungkarang. 

Bandar Lampung – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Agung Aji Pratama (18) warga Sabah Balau, Tanjungbintang, Lampung Selatan dengan pidana penjara selama 14 tahun penjara lantaran melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap gadis belia berinisial LS (16). Hal ini terungkap dalam persidangan daring di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu, 9 September 2020.

Jaksa Ilham Wahyudi menyatakan bahwa terdakwa AAP terbukti secara sah meyakinkan bersalah melanggar Pasal 81 Ayat (1) Juncto Pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-Undang.

Selain itu terdakwa juga tanpa hak menguasai, membawa, atau mempunyai dalam miliknya sesuatu senjata tajam penikam atau penusuk yaitu berupa senjata tajam sesuai Pasal 2 (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” kata Jaksa Ilham. 

“Menuntut pidana penjara terhadap terdakwa selama 14 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan 3 bulan penjara,” kata Jaksa.

Jaksa menjelaskan peristiwa pencabulan itu berawal pada Februari 2020, saat itu AAP melalui akun media sosial facebook berkenalan dengan Korban LS. Kemudian sekitar selama 1 bulan AAP berkomunikasi melalui messenger Facebook dengan LS.

Kamis (5 Maret 2020) terdakwa menghubungi korban melalui aplikasi facebook messenger mengajak anak makan ke daerah Pahoman, Bandar Lampung, Korban LS menerima ajakan AAP.

” Keesokan harinya sekira pukul 03.00 WIB AAP datang ke kosan korban dengan menggunakan sepeda motornya. Lalu AAP dan korban pergi berboncengan menuju jalan bypass Bandar Lampung,” kata Jaksa.

Sampai di flyover Kalibalok, terdakwa membelokkan sepeda motornya ke arah kiri menuju ke Itera. “Sekitar 1 jam perjalanan, korban dan terdakwa sampai di daerah Kelurahan Way Huwi, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan,” kata Jaksa dalam surat tuntutannya.

Saat itu korban dibawa ke perkebunan jagung, karena korban merasa takut, kemudian ia melompat dari sepeda motor sehingga keduanya sama-sama terjatuh.

Pada saat korban LS akan berlari, tetapi terdakwa menarik tangan kanan korban hingga korban berbalik badan menghadap terdakwa. Setelah itu korban dipukul pada bagian bibir sebanyak 1 kali, lalu terdakwa mendorong korban sampai terjatuh telungkup.

AAP kemudian mencekik leher korban LS hingga korban batuk dan kesulitan bernafas. Selanjutnya korban ditarik kearah perkebunan hingga berhenti dibawah sebuah pohon, lalu AAP menyuruh korban berdiri dan memutar badan hingga saling berhadapan.

“Terdakwa mengeluarkan pisau berwarna silver dan menodongkan kearah korban LS sambil berkata ‘buka baju kamu atau kamu saya bunuh’. Karena merasa takut korban berteriak meminta pertolongan, terdakwa menyekap mulut korban dan berkata ‘percuma lo teriak, gak bakal ada yang nolongin lo, diem aja lo dari pada gua matiin lo,” kata JPU menirukan perkataan AAP. 

Hingga akhirnya AAP melayangkan nafsu bejatnya dengan merudapaksa terhadap gadis 16 tahun ini. Lalu AAP mengambil handphone milik korban dan kemudian merekam perbuatan tersebut selama kurang lebih 5 menit.

“Setelah itu terdakwa berdiri dan menggunakan celananya lalu bertanya ‘kamu ada uang gak’ dan korban menjawab ‘saya ngak ada uang’. Kemudian terdakwa langsung membuka tas yang dibawa korban lalu mengambil dompet anak yang berisi uang sebesar Rp500 ribu,” kata dia. 

Selanjutnya AAP mengambil celana korban yang di dalamnya terdapat uang Rp350 ribu dan handphone korban sambil berkata ‘kamu tunggu aja disini, nanti kawan saya yang antar kamu pulang,” kemudian AAP pergi meninggalkan korban. 

“Kemudian korban menggunakan pakaiannya lalu berlari kearah sawah sambil mengikuti suara orang yang sedang mengaji. Hingga korban bertemu dengan seseorang dan membawanya ke tempat ketua RT. Setelah sampai di tempat ketua RT, korban diantarkan ke Polsek Jatiagung untuk melaporkan kejadian tersebut,” kata Jaksa.(LP)

Share