Warga Sukabumi Divonis 8 Tahun Penjara Karena Cabuli Tetangga

Kurir Sabu 2 Kg Asal Aceh Dituntut 18 Tahun Penjara

Suasana persidangan virtual kasus pencabulan di PN Kelas IA Tanjungkarang.

Bandar Lampung – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang memvonis terdakwa Sumardi Alias Edi (45) warga Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, dengan pidana penjara selama 8 tahun tahun lantaran melakukan tidak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial SA (4).

Menurut Hakim Raden Ayu Rizkiyati pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 7 September 2020, mengatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa S dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan 3 bulan kurungan,” kata Hakim Ketua Raden Ayu Rezkiyati.

Vonis Majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa dimana sebelumnya jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun serta denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. 

Hakim menjelaskan peristiwa itu berawal pada Kamis (16 Januari 2020) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu terdakwa S memanggil korban SAR yang sedang bermain di depan rumahnya untuk bermain di rumah terdakwa.

“Kemudian saksi korban SAR mendatangi terdakwa dan masuk ke dalam rumah, selanjutnya terdakwa duduk di depan televisi ruang tengah rumahnya langsung memangku saksi korban SAR,” kata Jaksa Supriyanti. 

Saat di pangku tersebut, kata Jaksa, terdakwa S kemudian mencabuli Korban SAR dengan tangan kanannya. “Karena merasakan sakit, saksi korban SAR pulang ke rumah,” ujar Majelis Hakim. (LP)

Share