Yogyakarta Bersiap Menuju Wisata Berbasis Kualitas

Img 20200907 155434

Wisatawan menikmati suasana pagi di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (8/3/2020).

Yogyakarta – Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pengelola destinasi di lima kabupaten/kota bersiap menerapkan konsep pariwisata berbasis kualitas untuk menghidupkan sektor tersebut pada masa pandemi.

“Sekarang ini, kita menyiapkan diri untuk menuju strategi quality tourism karena untuk konsep pariwisata massal kan sebelum pandemi ya,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo di Yogyakarta, Senin.

Singgih mengatakan pariwisata berbasis kualitas tidak lagi mementingkan jumlah wisatawan yang datang. Akan tetapi, dengan menerapkan konsep itu disertai dengan protokol kesehatan yang ketat, nilai ekonominya diharapkan tetap bisa diperoleh lebih tinggi.

Untuk menuju pariwisata berbasis kualitas, menurut dia, banyak hal yang harus dipersiapkan dan diperbaiki. Mulai dari kualitas layanan, higienitas hidangan atau kuliner, akses transportasi darat, layanan hotel, hingga keberadaan narasi budaya pada setiap destinasi.

“Kalau daya tarik sama tetapi layanan lebih bagus, maka kita bisa jual lebih tinggi lagi karena punya nilai tambah,” kata dia.

Keberadaan narasi pada setiap destinasi wisata, menurut dia, cukup penting. Wisatawan tidak lagi hanya mengandalkan spot foto, tetapi ke depan mereka akan memperoleh pengetahuan baru serta pengalaman budaya Yogyakarta.

Untuk memperkuat kesiapan menuju pariwisata berbasis kualitas, menurut Singgih, Dispar DIY akan memberikan pelatihan kepada para pengelola maupun pemandu wisata terkait pelayanan, tentang keistimewaan DIY, budaya, hingga membuat narasi cerita yang baik.

“Narasi itu tidak perlu cari-cari, tinggal menyusun kembali,” kata dia.

Tidak hanya itu, menurut dia, menyusul telah diresmikannya Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), seluruh pengelola destinasi wisata juga telah diminta mempersiapkan pelayanan dengan standar internasional.

“Berkelas dunia tidak harus yang bangunannya mewah, tapi bisa menghadirkan budaya, menghadirkan daya tarik yang unik yang tidak semua tempat punya,” katanya.

Ia meyakini keberadaan YIA memberikan nilai tambah bagi DIY, utamanya dari sisi aksesibilitas dengan kualitas landasan nomor satu di Indonesia.

Meski demikian, Singgih tidak ingin terburu-buru menetapkan target peningkatan kunjungan wisata di DIY karena pandemi COVID-19 belum usai.

“Harapan saya tentu pandemi segera selesai dulu. Sebelum pandemi selesai ya kita belum bisa bergerak maksimal,” kata dia. (Ant)

Share